Salahsatu yang mempengaruhi perilaku membeli masyarakat adalah banyaknya berbagaimacam penawaran produk yang beredar, baik yang secara langsung maupunmelalui media massa. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk melakukan pembelian yang hanya memenuhi kepuasan semata secara berlebihan atau biasa disebut perilaku konsumtif. DiAmerika, masalah kebiasaan belanja yang konsumtif ini sudah mulai disadari oleh pihak mereka. SUARA.COM MATAMATA.COM MengenalPerilaku Konsumtif Foto: Freepik.com. Menurut International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences, orang-orang akan meniru perilaku konsumsi atasan mereka, yaitu orang-orang yang kelas ekonominya lebih tinggi.. Sebagai contoh, kelompok dengan latar ekonomi kelas menengah akan meniru kebiasaan kelas atas, kemudian kelompok kelas atas akan meniru kebiasaan kelompok kelas elit. 8 Salah satu faktor mendasar yang mendorong dan memengaruhi terjadinya moderniasi di bidang teknologi adalah. Jawaban: keahlian dan keterampilan 9. Jelaskan landasan pembangunan iptek menurut Undang-Undang Dasar 1945! Jawaban: Pembangunan iptek merupakan kewajiban pemerintah yang telah diamanatkan dalam UUD 1945. Lazadamerupakan salah satu contoh E-Commerce yang didirikan pada tahun 2012, Lazada adalah tujuan belanja dan penjualan online terbesar di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Cara menghindari gaya hidup yang konsumtif adalah dengan mencegah mengakses E-Commerce secara berlebihan soal matematika kelas 1 sd semester 2. Konsumtif adalah sebuah perilaku, sikap, atau gaya hidup negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Bahayanya lagi, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sudah terjebak dalam perilaku konsumtif itu, perilaku atau gaya hidup konsumtif juga bisa membuatmu terjebak dalam lingkaran hutang yang tidak berujung. Yuk, simak penjelasan di bawah ini agar lebih mengetahui betapa bahayanya perilaku konsumtif!1. Konsumtif adalah istilah yang menggambarkan gaya hidup negatifilustrasi membeli barang diskon KBBI Daring, konsumtif diartikan sebagai bersifat konsumsi hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri. Tidak hanya itu, konsumtif juga bisa diartikan suatu sikap yang bergantung pada hasil produksi pihak dengan pengertian tersebut, Jessica Gumulya dan Mariyana Widiastuti juga menjelaskan dalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh Konsep Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Universitas Esa Unggul bahwa konsumtif adalah tindakan membeli barang dengan pertimbangan emosional atau lebih didominasikan oleh keinginan-keinginan di luar kebutuhan dan hanya untuk memenuhi hasrat semata. Berdasarkan kedua pengertian di atas kamu pasti sudah terbayang kan apa yang dimaksud dengan konsumtif ini? Yap, benar sekali! Konsumtif merupakan perilaku atau gaya hidup membeli barang secara berlebihan hanya untuk memuaskan keinginan atau gengsinya Ciri-ciri perilaku konsumtifilustrasi boros Ada beberapa perilaku yang dapat dikategorikan sebagai perilaku konsumtif, di antaranya sering membeli suatu barang atau produk karena terlihat lucu atau menarik padahal barang tersebut tidak kamu butuhkan. Kamu juga sering membeli barang hanya demi gengsi dan tidak peduli jika harga barang tersebut melebihi itu, membeli barang karena diskon tanpa memperhatikan kebutuhan juga termasuk dalam perilaku konsumtif, lho! Hayo, siapa nih yang masih sering suka check out barang yang tidak sesuai kebutuhan saat diskon? Baca Juga 5 Risiko Berteman Dekat dengan Orang Konsumtif, Ikutan Boros! 3. Bahaya perilaku konsumtifilustrasi tidak punya uang memiliki dampak positif, perilaku konsumtif ini justru lebih merugikan diri sendiri. Salah satu bahaya perilaku konsumtif adalah terjadinya pemborosan karena tidak bisa mengontrol hasrat untuk membeli barang-barang yang tidak itu, perilaku konsumtif ini bisa membuat orang-orang tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Hal tersebut tentunya dapat membuat orang merasa sayang untuk menyimpan uang atau menabung untuk hal-hal yang lebih penting dan banyak orang yang terpaksa berhutang atau bahkan terjerat dalam lingkaran pinjaman online karena tidak memiliki tabungan di saat situasi-situasi konsumtif adalah sebuah perilaku berlebihan saat membeli sesuatu tanpa menghiraukan penting atau tidaknya benda tersebut. Hayo, siapa yang sering beli barang hanya karena lucu? Baca Juga 5 Penyebab Dirimu Boros, Kalau Belanja Suka Kalap dan Lupa Prioritas Daftar isiPengertian Gaya Hidup KonsumtifCiri-ciri Gaya Hidup KonsumtifPenyebab Gaya Hidup KonsumtifContoh Gaya Hidup KonsumtifDampak Gaya Hidup KonsumtifCara Mengurangi Gaya Hidup KonsumtifDewasa ini, gaya hidup dalam masyarakat cenderung menganggap materi sebagai sesuatu yang mendatangkan kepuasaan. Dimana gaya hidup seperti itu dapat menimbulkan adanya gejala konsumtifisme. Berikut ini akan dijelaskan mengenai gaya hidup Secara UmumGaya hidup konsumtif merupakan kegiatan membeli atau menggunakan barang tanpa mempertimbangkan secara rasional atau bukan atas dasar hidup konsumtif dapat memberikan kenikmatan serta kepuasaan baik secara fisik maupun psikologi ada dikenal dengan penyakit kecanduan belanja atau compulsive buying disorder yang dimana penderita tidak menyadari bahwa dirinya sedang terjabak dalam kubangan metamorfosa antara keinginan dan dari itu tanpa disadari, gaya hidup konsumtif memiliki dampak yang kurang baik terhadap kesehatan Menurut Para AhliBerikut ini ada beberapa pengertian gaya hidup konsumtif menurut para ahli, yaituMenurut Rosandi, gaya hidup konsumtif merupakan suatu perilaku dengan membeli hal yang tidak didasarkan pada pertimbangan rasional namum karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf tidak rasional Setiaji, gaya hidup konsumtif merupakan kecenderungan berperilaku berlebihan dalam membeli sesuatu secara tidak Gaya Hidup KonsumtifBerikut ini ada beberapa ciri dari gaya hidup konsumtif, yaituMemiliki rasa gengsi yang cukup tinggi agar selalu terlihat mampu dimata orang perasaan tidak boleh ketinggalan trend ketika melihat barang terbaru baru keinginan untuk hidup lebih mewah dengan banyak barang dan fasilitas yang perasaan yang senang ketika dikagumi oleh orang dengan siapa yang akan diajak untuk Gaya Hidup KonsumtifGaya hidup konsumtif biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Berikut ini ada beberapa penyebab gaya hidup konsumtif, yaituAdanya pengaruh budaya yang gemar mengonsumsi daripada gaya hidup agar sama dengan orang disekitarnya sehingga dapat diterima dalam lingkungan mendapatkan pengakuan dari orang lain dengan dihargai dan diberikan perhatian akan berbelanja online sehingga intensitas berbelanja masyarakat semakin Gaya Hidup KonsumtifSalah satu contoh gaya hidup konsumtif adalah ketika pergi ke supermarket untuk membeli daging namun ketika melihat buah yang sedang diskon membeli dengan banyak meskipun dirumah persediaan buah masih ada dalam jumlah yang tersebut merupakan salah satu contoh gaya hidup konsumtif karena ketika membeli buah tidak berfikir secara rasional, dimana persediaan buah dirumah masih ada jadi seharunya tidak perlu membeli lagi dalam jumlah yang banyak meskipun sedang gaya hidup konsumtif lainnya adalah ketika handphone merek A mengeluarkan tipe terbaru dengan harga yang cukup mahal dan langsung membelinya meskipun handphone yang digunakan saat ini masih bagus dan belum rusak, hanya karena tidak ingin terlihat tidak up to Gaya Hidup KonsumtifGaya hidup konsumtif memiliki beberapa dampak yang dapat dirasakan. Berikut ini dampak positif dari gaya hidup konsumtif, yaituMengurangi jumlah pengangguran karena harus memproduksi barang dalam jumlah besar sehingga membutuhkan tenaga kerja lebih motivasi agar dapat menambah jumlah penghasilan sehingga dapat membeli barang yang diinginkan dalam jumlah dan jenis yang beraneka pasar bagi produsen karena bertambahnya minat dan jumlah barang yang dikonsumsi apabila dilihat dari sisi negatifnya, dampak dari gaya hidup konsumtif, yaituMemiliki pola hidup yang boros karena membeli barang tanpa memikirkan diperlukan atau kecemburuan sosial bagi orang yang tidak akan sanggup untuk mengikuti pola kehidupan seperti kesempatan untuk menabung karena lebih memilih untuk membelanjakan daripada menyisihkan untuk tidak memikirkan kebutuhan yang akan datang dan mengkonsumsi lebih banyak Mengurangi Gaya Hidup KonsumtifGaya hidup konsumtif dapat dikurangi dengan melakukan berbagai cara, yaituMulai menyisihkan uang untuk ditabung dan tidak harus dalam jumlah yang membuat anggaran belanja sehingga pengeluaran lebih untuk memenuhi kebutuhan terlebih jalan-jalan atau cuci mata di pusat perbelanjaan karena dapat berpotensi menimbulkan niat belanja yang tidak terduga dan berinvestasi dan merencanakan kehidupan masa depan yang lebih cermat ketika membeli dana lebih yang dimiliki kepada orang yang lebih membutuhkan. Kemajuan teknologi, kebiasaan dalam kelompok, prestise, dan beberapa faktor lain sangat berkontribusi terhadap perilaku masyarakat Indonesia konsumtif. Menurut data bank dunia, pada tahun 2020, gross savings Indonesia berada pada angka dari GDP, ini menunjukkan data masyarakat Indonesia konsumtif lebih besar yakni sekitar dibandingkan investasi/tabungan. Lalu apa itu perilaku konsumtif, faktor-faktor pemicu, serta dampaknya bagi masyarakat? Ikuti terus artikel ini dan kenali apakah anda termasuk salah satu individu dengan perilaku konsumtif? Apa yang Membuat Masyarakat Indonesia Konsumtif Seperti Saat Ini? Menurut Dahlan dalam Sumartono 2002, perilaku konsumtif adalah suatu perilaku yang ditandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan, penggunaan segala hal yang paling mahal yang memberikan kepuasan dan kenyamanan fisik sebesar besarnya, serta adanya pola hidup manusia yang dikendalikan dan didorong oleh suatu keinginan untuk memenuhi hasrat kesenangan semata. Sederhananya, perilaku konsumtif merupakan kegiatan membelanjakan pendapatan untuk barang yang diinginkan tanpa melalui pertimbangan rasional. Perilaku konsumtif cenderung mengutamakan memenuhi keinginan untuk mendapatkan kepuasan personal dibandingkan untuk memenuhi kebutuhan. Lalu, apa sebenarnya yang membuat masyarakat Indonesia menjadi konsumtif seperti saat sekarang ini? Salah satu faktor utama Indonesia memiliki masyarakat konsumtif adalah karena faktor budaya. Budaya konsumtif adalah faktor yang seolah sudah mendarah daging dan melekat pada masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Masyarakat kita cenderung lebih suka membeli daripada memproduksi barang untuk digunakan dengan alasan kepraktisan. Namun budaya konsumtif bukanlah satu-satunya faktor yang membuat masyarakat Indonesia menjadi konsumtif, faktor pemicu lainnya akan kita ulas di bawah ini! Kebiasaan Dalam Kelompok Sifat masyarakat Indonesia yang suka berbaur dan berkelompok menjadi salah satu faktor utama pemicu sifat konsumtif menyebar luas di negara ini. Pasalnya, dalam lingkungan pergaulan masyarakat Indonesia, tidak sedikit ditemukan beberapa individu ataupun kelompok dengan sifat suka pamer dan adu gengsi. Jika sudah berada dalam lingkungan pergaulan yang seperti ini, tidak jarang setiap individu yang berada dalam lingkup sosial tersebut ikut membeli barang apa yang dimiliki oleh si tukang pamer’ meskipun sesungguhnya barang tersebut tidak mereka butuhkan. Perilaku tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk mempertahankan ego saja. Perspektif Jangka Pendek Orang-orang dengan perilaku konsumtif biasanya tidak memiliki kesadaran untuk kebutuhan jangka panjang seperti investasi dan asuransi. Mereka cenderung menyukai diskon dan promo besar’ yang membuat mereka membelanjakan penghasilannya untuk barang-barang yang sebenarnya tidak begitu mereka butuhkan. Prestise Beberapa individu menjalani hidup konsumtif semata-mata untuk mendapatkan pengakuan dari lingkup sosial dimana ia berada. Mereka tidak akan berpikir dua kali untuk membeli barang branded dan menghabiskan seluruh tabungan yang ada selama hal tersebut mendatangkan prestise dan pujian yang memuaskan dirinya. Perkembangan Teknologi/Mengadaptasi Teknologi Kemajuan teknologi memungkinkan setiap masyarakat untuk mengakses segala sesuatunya dengan sangat mudah, termasuk dalam hal berbelanja. E-commerce hingga fintech merupakan hasil mengadaptasi teknologi yang menjadi salah satu faktor yang mempercepat laju konsumtif masyarakat. Berbagai program diskon dan promosi yang dicetuskan oleh pemilik usaha e-commerce serta kemudahan membeli barang hanya dalam satu kali sentuhan pada smartphone juga menjadi dua kombinasi sempurna yang memicu masyarakat untuk membelanjakan pendapatan mereka tanpa berpikir panjang. Meniru Public Figure/Influencer Public figure atau influencer selalu menjadi strategi terbaik brand-brand besar untuk menarik masyarakat dalam melakukan perilaku konsumtif. Contohnya saja, penggemar artis tertentu akan rela membelanjakan uang mereka untuk membeli barang yang sama seperti yang digunakan oleh idolanya. Kegiatan meniru public figure ini masih menjadi strategi yang paling sering digunakan oleh para pelaku bisnis hingga saat sekarang ini karena mendatangkan hasil yang memuaskan. Dampak Perilaku Konsumtif Setelah mengetahui faktor-faktor yang memicu perilaku konsumtif, maka sebaiknya anda juga mengetahui berbagai dampak perilaku konsumtif ini agar anda dapat menghindarinya. Terjerat Hutang Tidak jarang individu yang memiliki perilaku konsumtif memiliki masalah finansial dan terjerat dalam hutang. Hal ini dikarenakan hasrat untuk memenuhi keinginan akan barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan telah melebihi kemampuan finansial mereka. Ketika pendapatan lebih kecil dibandingkan pengeluaran, namun tidak adanya kesadaran untuk mengontrol diri dan berhenti membelanjakan barang-barang yang tidak dibutuhkan, maka jeratan hutang akan selalu menghantui anda. Kecemburuan Sosial Ketika seseorang membeli barang tanpa menimbang harga dan manfaat dari barang itu sendiri, maka selanjutnya orang-orang yang kurang mampu untuk mengikuti gaya hidup konsumtif atau tidak mampu untuk mendapatkan barang yang sama akan memiliki rasa tidak puas dan iri dalam lingkup sosial. Mengurangi Kesempatan Menabung Tabungan merupakan salah satu jaminan untuk masa depan seseorang. Namun perilaku konsumtif mendesak seseorang untuk terus menghabiskan pendapatannya tanpa memikirkan masa depan. Padahal, jika saja dana yang dipakai untuk membeli barang konsumtif dialihkan pada rencana masa depan seperti investasi dan asuransi, maka akan lebih bermanfaat. Kesimpulan Data perilaku konsumtif masyarakat Indonesia sudah jauh melebihi angka tabungan/investasi nasional. Meskipun pada beberapa titik kegiatan konsumtif bisa membantu perekonomian negara, namun ironisnya, pada kasus perilaku konsumtif masyarakat Indonesia, tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang cenderung konsumtif terhadap barang impor. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif ini, namun beberapa yang paling utama diantaranya adalah budaya konsumtif itu sendiri, kebiasaan dalam kelompok sosial masyarakat, perspektif jangka pendek, prestise, perkembangan teknologi/mengadaptasi teknologi, hingga sifat meniru public figure/influencer. Dampak dari perilaku konsumtif yang harus dihindari masyarakat adalah seperti menjerat diri pada hutang yang tidak ada habisnya, menimbulkan kecemburuan sosial, juga mengurangi kesempatan menabung untuk masa yang akan datang. Apakah anda termasuk salah satu orang dengan perilaku konsumtif? Jika jawabannya adalah ya, ayo berusaha untuk mengurangi kebiasaan buruk ini dan mulailah membuat financial plan untuk masa depan anda! Hal Positif Manfaatkan Peluang Bisnis Online di Marketplace! Meski perilaku konsumtif memang buruk, tapi hal tersebut dapat anda manfaatkan untuk berjualan secara online di marketplace! Jika anda punya banyak toko online yang terdaftar di marketplace, maka, gunakan jasa kelola toko online Ginee Omnichannel untuk mempermudah Anda berbisnis! Ginee Indonesia punya fitur manajemen produk, stok, promosi, pesanan, laporan penjualan, Ginee Chat, dan Ginee Fulfillment. Coba semua fitur Ginee secara gratis dengan klaim free trial selama 7 hari di website resmi Ginee! Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? No worries, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu platform saja!Fitur dari Ginee beragam, lho! mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, Ginee Chat yang memungkinkan Anda mengelola chat pelanggan dari berbagai platform, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE! Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online AndaUpdate secara otomatis pesanan dan stokMengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudahMemproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistemMengelola penjualan dengan sistem manajemen digitalMembership dan database pelanggan secara menyeluruhPrediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di GineeMemantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan Ilustrasi Pelangi Merupakan Salah Satu Peristiwa yang Menunjukkan bahwa Cahaya Memiliki Sifat Sumber Unsplash/Stainless ImagesPelangi biasanya akan muncul setelah hujan reda. Selain terlihat cantik, fenomena alam ini juga bisa dipelajari. Pelangi merupakan salah satu peristiwa yang menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat dapat dapat diuraikan, cahaya memiliki beberapa sifat lainnya. Agar lebih mudah dipahami, sifat cahaya bisa dipelajari dari contoh peristiwanya. Pelangi Merupakan Salah Satu Peristiwa yang Menunjukkan bahwa Cahaya Memiliki SifatIlustrasi Pelangi Merupakan Salah Satu Peristiwa yang Menunjukkan bahwa Cahaya Memiliki Sifat Sumber Unsplash/Todd CravensSalah satu unsur penting dalam kehidupan adalah cahaya. Tanpa ada cahaya, maka kehidupan juga tidak akan ada. Dikutip dari Cahaya dan Penerapan Sifat-Sifat Cahaya, Putra 2022, cahaya merupakan energi yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380-750 merupakan salah satu peristiwa yang menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat dapat diuraikan atau dibiaskan. Pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan cahaya saat merambat dari suatu medium ke medium lain yang indeks biasnya cahaya bisa terjadi karena ada perubahan kelajuan gelombang cahaya saat gelombang cahaya tersebut merambat di antara dua medium berbeda. Selain pelangi, contoh peristiwa penguraian cahaya adalah pada gelembung diperhatikan, permukaan gelembung sabun terlihat berwarna-warni. Warna-warna tersebut berubah sesuai dengan pergerakan gelembung Cahaya dan ContohnyaIlustrasi Pelangi Merupakan Salah Satu Peristiwa yang Menunjukkan bahwa Cahaya Memiliki Sifat Sumber Unsplash/Josh BootSelain dapat diuraikan atau dibiaskan, cahaya memiliki beberapa sifat sebagai berikut1. Cahaya dapat dipantulkanContoh peristiwa cahaya dapat dipantulkan adalah sinar matahari yang dapat dipantulkan dengan menggunakan cermin. Orang yang memegang cermin bisa mengatur mau mengarahkan cahaya matahari ke arah apa cahaya mengenai permukaan licin dan datar, cahaya akan dipantulkan secara teratur atau disebut sebagai pemantulan teratur. Jika cahaya mengenai permukaan kasar, akan disebut pemantulan Cahaya dapat merambat lurusContoh peristiwanya adalah orang yang memegang dan menyalakan senter bisa mengatur cahaya mau diarahkan ke mana. Cahaya senter akan merambat lurus sesuai arah yang Cahaya dapat menembus benda beningContoh peristiwa cahaya dapat menembus benda bening adalah cahaya matahari yang masuk melalui kaca jendela yang bening atau cahaya dari api lilin yang bisa terlihat di balik gorden tipis. Tidak semua benda dapat ditembus oleh cahaya. Benda yang bisa ditembus cahaya disebut benda merupakan salah satu peristiwa yang menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat dapat diuraikan atau dibiaskan. Semoga informasi tersebut bisa menambah wawasan. KRIS Sifat konsumtif merupakan sifat yang harus kamu hindari dalam kehidupan. Yuk, kenali lebih lanjut sifat konsumtif dan cara muda saat ini dinilai sebagai generasi yang kreatif dan berani mengambil resiko. Namun, generasi ini dianggap sangat konsumtif, ini pun didorong dengan majunya teknologi informasi seperti internet. Menurut pengamat digital lifestyle Ben Soebiakto, “Saat ini generasi muda menggunakan internet untuk melakukan segala jenis transaksi, mulai dari transportasi, membeli makanan, jalan-jalan, hingga berbelanja pakaian, dan kebutuhan lainnya”. Dengan akses internet yang mudah, melakukan transaksi saat ini hanya memerlukan sebuah smartphone saja. Dengan membuka salah satu platform marketplace kamu sudah dapat melihat berbagai barang yang kamu cari, melakukan check out, atau hanya add to cart saja, bahkan proses pembayaran di marketplace pun sangat mudah, apalagi ditambah fitur pay-later yang disediakan, pasti itu sangat memudahkan kamu kan? Sebenarnya berbelanja tidak apa-apa, tetapi bila kegiatan ini dilakukan secara terus-menerus akan memberikan dampak negatif selanjutnya. Memang, dengan belanja akan memberikan rasa kebahagiaan, kepuasan, dan kenikmatan sendiri, tetapi ini hanya bersifat sementara. Dengan adanya kemudahan yang di suguhkan pada generasi muda ini membuat mereka memiliki sifat konsumtif. Mau tau apa itu sifat konsumtif? Ciri-cirinya, hingga cara mengatasinya? Apa kamu salah satu yang memiliki sifat konsumtif? Yuk, simak mengenai sifat konsumtif selengkapnya di artikel ini. Apa itu Sifat Konsumtif? Di era globalisasi ini, dengan perkembangan teknologi informasi, telah mengubah perilaku konsumen dari yang awalnya berbelanja langsung datang ke toko menjadi berbelanja secara virtual melalui platform marketplace. Di Indonesia, beberapa tahun belakang ini marketplace berkembang secara massive. Dengan menjamurnya marketplace, dan kemudahan yang ditawarkan, membuat terbentuknya sifat konsumtif dalam masyarakat, khususnya pada generasi muda. Konsumtif berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI mengandung arti hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri. Sifat konsumtif adalah perilaku yang dimiliki seseorang, dimana ia lebih mendahulukan keinginan dibanding keperluan. Sifat konsumtif dikenal juga dengan perilaku boros. Sifat ini telah melekat di kalangan generasi muda Indonesia saat ini. Mereka lebih mengutamakan tren dan pergaulan dibanding dengan kebutuhan. Kamu pasti pernahkan setiap tanggal dan bulan yang sama standby di salah satu platform marketplace, tengah malam hanya untuk menunggu diskon yang dikeluarkan oleh marketplace tersebut? Kamu secara massive membeli barang-barang di hari itu juga hanya dengan alasan “diskon”. Padahal, barang-barang itu kamu beli bukan karena kamu butuh tetapi karena “diskon”. Nah, dengan perilaku seperti ini selanjutnya akan membentuk gaya hidup konsumtif. Ciri Gaya Hidup Konsumtif Sekarang coba kamu perhatikan ciri-ciri dari gaya hidup konsumtif berikut ini, apa kamu salah satunya? 1. Gengsi tinggi Kamu merupakan orang yang selalu mengedepankan gengsi? Atau kamu selalu ingin mendapatkan pengakuan bagi orang banyak? Mungkin, kamu harus menghindari perilaku gengsi ini di kehidupan sehari-hari. Dengan massive-nya penggunaan media sosial saat ini, membuat terciptanya sifat gengsi dalam diri. Seperti saat kamu melihat orang yang keren di media sosial, mungkin itu selebgram yang kamu ikuti, atau idola favoritmu, kamu pasti berusaha ingin terlihat seperti mereka. Kamu mengikuti style mereka, hingga ke gaya hidup mereka. Padahal, kamu tidak mampu untuk menjalani gaya hidup seperti mereka, hal itu kamu lakukan hanya demi gengsi, ingin terlihat keren, bahkan hanya ingin mendapat pengakuan saja. Kalau kamu salah satu yang memiliki ciri ini, mungkin kamu bisa menghindari sifat ini. Mengapa? Karena sayang kan, jika uang yang kamu miliki kamu keluarkan hanya untuk mementingkan gengsi semata. Mungkin uang tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya, tapi karena ego dan ingin mendapatkan pengakuan, kamu rela membuang uang untuk hal-hal yang tidak penting. Ini merupakan ciri gaya hidup konsumtif. 2. Mengikuti Tren Tidak dapat dipungkiri jika saat ini selalu muncul tren-tren baru di generasi muda. Mungkin kamu merupakan salah satunya? Selalu ingin mengikuti tren supaya terlihat trendy? Sebenarnya untuk mengikuti tren itu tidak apa-apa, asalkan tidak berlebihan. Karena dengan kamu yang selalu ingin mengikuti tren, kamu menjadi pribadi konsumtif. Misal, setiap tahun salah satu brand smartphone selalu mengeluarkan edisi terbarunya, dan hal ini menimbulkan tren di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Kamu sebenarnya masih memiliki smartphone bagus, dengan brand yang sama, dan kamu juga membelinya baru di tahun sebelumnya. Tetapi karena tren kamu merasa cemas dan membeli smartphone keluaran baru tersebut tanpa berpikir panjang. Dengan sifat kamu yang selalu ingin mengikuti tren ini akan terciptalah gaya hidup konsumtif. Tidak apa-apa kok untuk kamu tidak mengikuti tren. 3. Gaya Hidup Mewah Gaya hidup mewah merupakan salah satu ciri gaya hidup konsumtif. Ketika kamu tidak segan menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah, hingga menggunakan fasilitas mewah, ini menandakan kamu telah menerapkan sifat konsumtif dalam kehidupan mu. Dengan menerapkan perilaku ini kamu dapat menyebabkan pemborosan, karena memiliki keinginan untuk selalu hidup mewah dengan segala fasilitas dan barang yang kamu inginkan. Sebenarnya bila kamu ingin memiliki barang mewah itu sangat tidak apa-apa. Asalkan, tetap sesuaikan dengan kebutuhan kamu, jangan kamu memaksakan diri untuk membeli barang mewah yang bukan menjadi prioritas mu. 4. Efek Iklan Siapa dari kamu yang sering kena “racun” iklan di media sosial? Dengan maraknya penggunaan media sosial saat ini, banyak dimanfaatkan oleh berbagai bisnis dalam memasarkan produknya, salah satunya dengan iklan. Media sosial dinilai ampuh dalam memasarkan produk suatu bisnis. Mereka kerap kali memakai jasa selebgram untuk memasarkan produk mereka yang dinilai ampuh menarik generasi muda saat ini. Seperti dapat kita jumpai di aplikasi TikTok, kamu pasti sering kan kena “racun” TikTok ? Aplikasi ini sekarang menjadi platform kesukaan generasi muda. Kamu pasti pernah menemukan sosok influencer sedang melakukan review, atau mix and match pakaian di aplikasi ini, lalu mereka menaruh link produk mereka yang memudahkan kamu untuk menemukan produk tersebut. Kamu kerap kali tanpa berpikir panjang karena efek iklan tersebut, kamu membeli barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan, tetapi karena kena “racun” iklan di media sosial. Bila perilaku ini terus terjadi dalam diri kamu, berarti kamu telah memiliki sifat konsumtif. Jadi, balik lagi seperti kasus yang sebelumnya, tidak apa-apa membeli, asalkan masih pada porsinya dan tidak berlebihan. Dampak Negatif dari SKonsumtif Dengan kamu yang memiliki sifat konsumtif, ternyata sifat ini memberikan dampak bagi diri kamu. Berikut ini dampak negatif dari konsumtif 1. Boros Jika sifat konsumtif telah menjadi bagian dari diri kamu, sifat boros sudah tidak dapat dihindarkan. Yaitu dengan kamu yang tidak segan menghabiskan uang untuk memenuhi keinginan bukan kebutuhan. Dengan pemborosan yang dilakukan secara terus menerus ini nantinya akan mengganggu kesehatan finansial kamu. Sehingga tidak bisa dihindari kondisi keuangan kamu akan melemah akibat perilaku tersebut. Kebutuhan utama pun nanti akan sulit untuk dipenuhi. 2. Kesehatan Terganggu Dengan kamu yang selalu ingin memenuhi keinginan yang tidak ada hentinya, tentu ini akan mengganggu kesehatanmu. Apalagi jika kamu yang selalu ingin terlihat keren, mendapat pengakuan publik. Kamu akan memiliki rasa cemas yang berlebihan, jadi kamu selalu bekerja keras untuk memenuhi keinginan tersebut agar mendapat pengakuan. Hal ini tentu tidak baik bagi kesehatan, terutama kesehatan mental. 3. Kebutuhan Tidak Tercukupi Memiliki sifat konsumtif, dimana keinginan selalu menjadi prioritas dibanding kebutuhan. Dengan sifat ini akan membuat kamu lupa bahwa ada kebutuhan yang harus kamu penuhi. Seperti contoh kasus, kalau kamu pernah mendengar dari berita, terdapat mahasiswi yang rela hampir sebulan hanya makan mie instan demi memenuhi gaya hidup di kampus. Ini merupakan salah satu ciri dan dampak dari sifat konsumtif. Demi memenuhi keinginan, kamu rela untuk mengenyampingkan kebutuhan. Cara Mengatasi Tindakan Konsumtif Bila kamu orang yang memiliki sifat konsumtif, dan sedang berusaha mengatasinya, kamu bisa melihatnya disini. 1. Membuat Skala Prioritas Dengan membuat skala prioritas, kamu dapat menghindari sifat konsumtif. Penting bagi kamu mengetahui mana yang kebutuhan dan keinginan. Kamu dapat membuat daftar anggaran untuk barang yang benar-benar kamu butuhkan. Kamu dapat menyusunnya dengan bentuk tabel menggunakan excel prioritas kebutuhan dengan jangkauan waktu. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, setiap bulan, hingga kebutuhan tak terduga. Penuhi dulu semua kebutuhan sebelum penuhi keinginan. Kamu juga harus konsisten, tahan beberapa waktu untuk tidak mengikuti semua yang diinginkan. Dengan kamu menerapkan sikap ini, kamu akan memiliki finansial yang sehat untuk di masa depan. 2. Hindari Utang Konsumtif Saat ini berbagai platform marketplace telah menyediakan fitur pay-later, dimana kamu bisa beli sekarang bayar nanti. Adanya fitur ini tidak jarang membuat orang menjadi konsumtif. Karena mereka bisa dengan mudah mendapatkan barang yang diinginkan terlebih dahulu dan membayar di kemudian hari. Jelas, kamu harus menghindari sikap ini. Kamu pasti pernah mendengar berita di media sosial, dimana seorang wanita yang terus menggunakan fitur pay-later karena ingin memenuhi keinginannya pada akhirnya tidak dapat membayar kembali. Alhasil pay-later membengkak, dan ia mendapat berbagai tagihan dari pihak marketplace. Kamu tidak mau kan mengalami hal seperti itu ? Jadi, sebisa mungkin kamu tidak mengaktifkan fitur tersebut, walaupun terdesak hindari fitur tersebut. Karena, sekali kamu mencoba, seterusnya kamu akan memiliki alasan lagi untuk kembali menggunakan fitur tersebut. 3. Perdalam Literasi Keuangan Pada zaman globalisasi ini, penting untuk kamu memahami literasi keuangan untuk terhindari dari sifat konsumtif. Literasi keuangan tergolong cukup rendah di kalangan generasi muda. Belum banyak generasi muda yang melek seputar literasi keuangan. Dengan memahami literasi keuangan kamu dapat memahami konsep keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu akan dengan baik dapat memilih dan menimbang mana barang yang menjadi kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Sehingga terciptalah kehidupan sejahtera karena kamu telah mampu mengelola uang secara mumpuni. 4. Mencatat Keuangan Harian Dengan mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan setiap harinya, dapat mencegah kamu memiliki sifat konsumtif. Dengan kamu aware dengan kondisi finansial setiap harinya, kamu akan peka dan realistis di setiap kondisi,. 5. Melakukan Investasi Investasi menjadi salah satu cara kamu mengatasi tindakan konsumtif. Dengan melakukan investasi tentunya kamu dapat menciptakan finansial yang sehat. Kamu dapat menempatkan investasi di saat kamu membuat skala prioritas, karena dengan investasi kamu bisa mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Jadi, dari pada uang kamu habiskan untuk memenuhi keinginan yang tidak ada habisnya, kamu bisa melakukan investasi untuk kebutuhan di masa mendatang. Salah satu investasi yang dapat kamu coba dengan menggunakan modal kecil melalui patungan bisnis yaitu di LandX. LandX merupakan platform equity crowdfunding memberikan kamu kesempatan untuk melakukan investasi modal kecil dengan patungan ke berbagai bisnis yang menguntungan. Atasi Hidup Konsumtif dengan Investasi di LandX Sekarang Juga! Yuk Download Aplikasi LandX Sekarang!!!

salah satu contoh sifat konsumtif adalah