Ciri- ciri Domba Komposit Garut Agrinak Untuk sifat kualitatif pada domba dewasa, warna tubuh pada domba KG tidak berbeda antara jantan dan betina. Umumnya berwarna putih serta bintik coklat sekitar hidung, mata dan kaki. Pola warna tubuh dominan warna putih dan tan (coklat pucat).
Ciriciri domba garut • Bentuk umum Domba Garut, dari segi tubuh biasanya domba ini sangat padat, memiliki postur yang panjang agak sedikit lebar namun berisi dengan otot dan daging, jika dilihat secara seksama badannya sangat kekar dan kalau kita pegang kulinya Nampak tidak terlalu kendor karena domba ini sering dilatih fisiknya. • Dari segi bulu domba garut ini memiliki keanehan, karena
Keistimewaanternak domba yang satu ini yaitu pejantan memiliki anatomi tanduk yang beraneka ragam, tubuh serta tempramen/sifat-sifat yang spesifik sebagai domba tangkas. Dikatakan domba tangkas karena memiliki seni ketangkasan yang dipadukan dengan seni pancak silat, dan dikatakan domba laga karena berlaga dilapangan yang menarik perhatian orang banyak serta memiliki unsur seni yang indah dipandang.
Ciriciri dari spesies domba tersebut antara lain : 1. Domba Lokal (asli asal Indonesia) Berbadan kecil, lambat dewasa Warna bulu dan tanda-tanda lain tidak seragam Hasil Karkas rendah <47% (standar karkas domba) bentuk telinga panjang namun keras/tidak jatuh. 2. Domba Merino
Ciriciri domba garut betina yang bagus: Usia minimal bibit domba 1 tahun. Pertumbuhan domba betina lebih cepat jika dibandingkan dengan domba jantan. Puting susu bakalan indukan sudah membesar. Wajahnya cempe bibit domba harus cantik, postur tubuh tidak terlalu kecil dan sudah memiliki tanduk berukuran kecil di kepalanya.
soal matematika kelas 1 sd semester 2. Dengan semakin banyaknya kuantitas dan semakin mampunya kualitas peternak melakukan penyilangan sendiri, maka saat ini sebenarnya semakin sulit menentukan jenis domba. Namun demikian disini akan diuraikan secara singkat jenis-jenis domba yang ada di Indonesia beredar di pasaran, kemudian barulah jenis domba yang ada di luar negeri. 1. Domba Garut Domba Priangan Menurut para pakar domba seperti Prof. Didi Atmadilaga dan Prof. Asikin Natasasmita, bahwa Domba Garut merupakan hasil persilangan segitiga antara domba lokal asli Indonesia, Domba Cape/Capstaad Domba Ekor Gemuk atau Kibas dari Afrika Selatan dan Domba Merino dari Asia Kecil. Yang dibentuk kira-kira pada pertengahan abad ke 19 ±1854 yang dirintis oleh Adipati Limbangan Garut. Sekitar 70 tahun kemudian yaitu tahun 1926 Domba Garut telah menunjukan suatu keseragaman, misalnya bentuk tanduk yang besar melingkar diturunkan dari Domba Merino. Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan Jawa Barat, terutama di daerah Bandung, Garut, Sumedang, Ciamis, dan Tasikmalaya. Namun saat ini sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Domba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan. Ciri-ciri domba garut Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks. Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang tanduk. Domba jantan mempunyai berat 40-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg. Kadang-kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. Keunggulan domba priangan ini adalah kulitnya merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia, selain itu dengan leher yang kokoh dan tubuh yang besar, kuat, domba ini sesuai untuk domba aduan. Keunggulan lainnya adalah penghasil daging yang sangat baik dan mudah dipelihara. 2. Domba Texel Wonosobo Dombos Domba Texel atau juga dikenal dengan nama Dombos yang artinya Domba Texel Wonosobo. Pada bulan Juli 2009, peternak di Lampung Timur mendatangkan 75 ekor betina dan 1 pejantan domba Texel yang didatangkan dari daerah Dieng Wonosobo, dan ternyata dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik di daerah Lampung Timur yang bersuhu panas. Pada tahun 1954/1955 Pemerintah mendatangkan 500 ekor Domba Texel dari Belanda dan dialokasikan ke beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah Baturaden Banyumas dan Tawangmangu Solo dan Jawa Timur, tetapi daerah tersebut tidak mampu mengembangkannya. Akhirnya tahun 1957, dipindahkan ke Daerah Wonosobo. Ternyata penduduk Wonosobo mampu mengembangkan Domba Texel tersebut, akhir tahun 2006 populasi mencapai ekor. Domba Texel mempunyai ciri khas yang mudah dibedakan dari domba jenis lain yaitu Mempunyai bulu wol yang keriting halus berbentuk spiral berwarna putih yang menyelimuti bagian tubuhnya kecuali perut bagian bawah, keempat kaki dan kepala. Postur tubuh tinggi besar dan panjang dengan leher panjang dan ekor kecil. Domba Texel tergolong ternak unggulan yang berpotensi sebagai penghasil daging. Bobot badan dewasa jantan dapat mencapai 100 kg dan yang betina 80 kg dengan karkas sekitar 55 %. Dalam penggemukkan secara intensif dapat menghasilkan pertambahan berat badan 265 – 285 gram/hari. Masyarakat Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah telah banyak merintis usaha penggemukan intensif terhadap Domba Persilangan Texel dengan Domba Lokal, yang menghasilkan keuntungan memadai. Di samping itu Domba Texel dapat menghasilkan bulu wool berkualitas sebanyak 1000 gram/ekor/tahun, yang dapat diolah sebagai komuditas yang mempunyai nilai tambah. Di pedesaan Wonosobo yang potensial Domba texel telah dirintis industri rumah tangga yang mengolah bulu wool Domba Texel. Domba Texel tergolong ternak yang cepat berkembang biak, dapat beranak pertama kali pada umur 15 bulan dan selanjutnya dapat melahirkan setiap delapan bulan. Anak pertama cenderung tunggal dan anak berikutnya kadang-kadang kembar dua. Domba Texel mempunyai karakter genetik yang cenderung dominan. Di Kabupaten Wonosobo, Domba Texel telah banyak memberi kontribusi genetik terhadap domba-domba lokal melalui proses kawin silang, menghasilkan domba domba persilangan yang potensial sebagai penghasil daging. Kendala pengembangan Domba Texel justru karena tingginya permintaan dari luar daerah yang disinyalir untuk di ekspor ke Malaysia. Hal ini sebenarnya meningkatkan pamor dan nilai harga Domba Texel itu sendiri, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak dan pedangan Domba Texel. Namun di sisi lain, bila pengeluaran ke luar daerah tak dikendalikan, bisa mengancam terjadinya pengurasan ternak. Kendala lain, perkembang biakan Domba Dexel masih tergantung pada kawin alam, berhubung belum terdapatnya Produsen Frozen semen Domba Texel. Pemerintah telah berupaya melestarikan Domba Texel melalui Program Village Breeding Centre VBC Domba Texel yang meliputi kegiatan pendataan, droping Domba Texel Gaduhan Pemerintah, sosialisasi dan promosi pelestarian maupun teknik budidaya serta pelatihan pengolahan bulu, kulit dan daging Domba Texel. 3. Domba Batur Banjarnegara Domas Domba Batur atau Domas sebenarnya merupakan domba hasil persilangan dari domba lokal yaitu domba Ekor Tipis Gembel, domba Suffolk dan domba Texel. Pada 1984, kelompok tani ternak di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berusaha menyilangkan domba bantuan presiden dengan domba lokal. Persilangan domba asal Tapos dan domba lokal menghasilkan keturunan yang oleh warga dinamai domba Batur atau Domas. Pada awalnya berkembang di daerah Banjarnegara dan menjadi ikon Banjarnegara, dan sejak tahun 2009 mulai berkembang di beberapa daerah Jawa dan Sumatera. Domba batur jantan maupun betina adalah tipe domba potong yang merupakan penghasil daging yang baik. Ciri-ciri Domba Batur Tubuhnya besar dan panjang. Kaki cenderung pendek dan kuat. Domba jantan maupun betinanya tidak memiliki tanduk. Kulitnya relatif lebih tipis dibandingkan domba garut, kibas, atau gembel, namun bulunya tebal. Warna bulu dominan putih dan menutupi seluruh tubuhnya hingga bagian muka domba. Keunggulan utama domba Batur ini adalah berat badannya. Untuk domba jantan dewasa berkisar antara 90-140 kg dan domba betina 60-80 kg, serta tinggi badan domba jantan dapat mencapai 75 cm dan tinggi domba betina 60 cm. Domba Batur ini memang istimewa montok/gemuk, pada umur dua tahun domba jantan umumnya sudah bisa mencapai bobot 100 kg dan betina 80 kg. Bahkan, domba jantan yang bagus dapat mencapai bobot 140 kg. Domba dengan bobot seperti ini biasanya dijadikan pejantan. Proporsi dagingnya bukan karkas yang masih bertulang juga tinggi. Dagingnya lebih empuk dan lemaknya lebih tinggi. Untuk sate lebih bagus. Domba Batur mulai dapat dikawinkan pada umur 8 bulan saat si betina mencapai bobot 50—60 kg. Satu ekor pejantan mampu mengawini 10 ekor betina. Betina bunting selama lima bulan dan rata-rata jumlah anaknya 1,5 ekor per kelahiran. 4. Domba Ekor Tipis Domba Gembel Domba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut Domba Gembel, dalam Bahasa Inggris disebut Javanesse Thin-Tailed sheep. Pada awalnya domba ini berkembang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat, namun saat ini sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Ciri-ciri domba ekor tipis Termasuk golongan domba berperawakan kecil, dengan berat badan domba jantan 30-40 kg dan domba betina 15-20 kg. Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain. Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung. Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk. Keunggulan domba ekor tipis ini adalah bersifat prolific dapat melahirkan anak kembar 2-5 ekor setiap kelahiran, mudah berkembang biak dan tidak dipengaruhi musim kawin, serta mampu beradaptasi pada daerah tropis dan makanan yang buruk. 5. Domba Ekor Gemuk Domba Kibas Domba Ekor Gemuk dikenal juga dengan nama Domba Kibas di Jawa, juga dikenal sebagai domba Donggala di Sulawesi Selatan. Domba ini berasal dari Asia Barat atau India yang dibawa oleh pedagang bangsa Arab pada abad ke-18. Pada sekitar tahun 1731 sampai 1779 pemerintah Hindia Belanda telah mengimpor domba Kirmani, yaitu domba ekor gemuk dari Persia. Pada awalnya domba Ekor Gemuk berkembang di Jawa Timur, Madura, Sulawesi, dan Nusa Tenggara terutama di Lombok. Namun saat ini sudah berkembang di seluruh Indonesia. Domba ini beradaptasi dan tumbuh lebih baik di daerah beriklim kering. Ciri-ciri domba ekor gemuk Bentuk badannya sedikit lebih besar daripada domba lokal lainnya. Berat domba jantan mencapai 40-60 kg, sedangkan domba betina 25-50 kg. Tinggi badan pada jantan dewasa antara 52 – 65 cm, sedangkan pada betina dewasa 47 – 60 cm. Warna bulu wolnya putih dan kasar. Ekor yang besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor kecil karena tidak terjadi penimbunan lemak. Cadangan lemak di bagian ekor berfungsi sebagai sumber energi pada musim paceklik. Dada terlihat serasi dan kuat seperti bentuk perahu, ke empat kakinya kalau jalan agak lamban karena menanggung berat badan dan ekornya yang gemuk. Umumnya domba jantan tidak bertanduk dan hanya sedikit yang mempunyai tanduk kecil, sedangkan yang betina tidak bertanduk. Keunggulan Domba Domba ekor gemuk ini adalah tahan terhadap panas dan kering. 6. Domba Hampshire Domba Hampshire dikembangkan di daerah Hampshire, Inggris, pada abad ke-19 melalui persilangan antara domba Southdown jantan dengan domba betina keturunan Wiltshire Horn dan Berkshire Knot. Ciri-ciri Domba Hampshire Wajah berwarna gelap Bulu panjang dan tebal berwarna coklat. Telinga agak melengkung. Kaki berwarna hitam dan tidak ditutupi wol 7. Domba Polwarth Domba Polwarth merupakan tipe dual-purpose, dikembangkan di Victoria, Australia sejak tahun 1880. Merupakan persilangan antara Merino 75% dan Lincoln 25%. Domba Polwarth memiliki tubuh yang besar, tegap, pemeliharaannya mudah dan memiliki produktivitas wool yang tinggi dengan serat bulu berdiameter antara 22-25 mikron. 8. Domba Portland Domba Portland berasal dari Inggris dan merupakan salah satu breed Dorset. Bertubuh kecil dan dipenuhi oleh wool kecuali pada bagian wajah dan kaki bagian bawah yang berwana kecoklatan. Domba yang baru lahir berwarna dan berwarna agak keputih-putihan atau abu-abu selama beberapa awal bulan kehidupan. Tanduk muncul setelah dewasa dan berbentuk spiral. 9. Domba Rambouillet Domba Rambouillet berasal dari Prancis disebut juga Merino Prancis. Domba Rambouillet merupakan tipe dwiguna. Ciri-ciri Domba Rambouillet Badan besar, dalam, lebar dan padat dengan tulang-tulang yang kuat. Kepala tegak. Domba jantan bertanduk besar sedangkan betina tidak bertanduk. 10. Domba Norwegia Villsau Domba Norwegia merupakan domba primitif yang hidup di daerah Norwegia dan Skandinavia. Memiliki muka yang kecil dengan kaki yang bagus dan bulu yang berwarna hampir putih sampai keabu-abuan, cokelat gelap dan hitam. Berat jantan dewasa sekitar 43 kg dan betinanya 32 kg. 11. Domba Southdown Domba Southdown berasal dari Inggris dan merupakan tipepedaging. Ciri-ciri Domba Southdown Tubuh kecil, lebar dan dalam, bentuk bulat, daging padat dan kaki pendek. Garis punggung lurus, leher pendek dan tebal. Telinga pendek dengan ujung bulat dan tidak bertanduk. Categories Flora & Fauna
Indonesia kaya akan plasma nutfah ternak, mulai dari sapi, kerbau, kambing hingga domba. Dari jenis sapi kita mengenal ada sapi Madura, sapi Bali, Sapi Aceh yang merupakan plasma nutfah asli Indonesia. Sedangkan dari jenis kambing kita kenal ada kambing kacang dan kambing gibas, dari jenis domba ada domba garut dan domba sapudi. Domba garut memang bukan plasma nutfah asli Indonesia karena sudah merupakan domba doma asli Indonesia, domba merino dan domba ekor gemuk. Hasil persilangan ini sekarang dikenal dengan sebutan domba priangan atau domba Domba GarutKeunggulan dan Ciri-ciri Domba GarutDomba Garut mempunyai badan agak besar. Domba jantan dewasa mempunyai bobot 60-80 kg, sedangkan yang betina mempunyai bobot 30-40 ciri domba garut jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung kearah belakang, dan ujungnya mengarah kedepan sehingga berbentuk seperti spiral. Pangkal tanduk kanan dan kiri hampir pada ciri khusus domba betina adalah tidak memiliki pendek dan pangkalnya agak besar gemuk.Domba Garut memiliki Leher yang telinganya ada yang panjang, pendek dan sedang yang terletak dibelakang pangkal Priangan atau domba garut ini mempunyai bulu yang lebih panjang dan halus jika dibandingkan dengan domba asli, berwarna putih, hitam, cokelat, atau kombinasi dari ketiga warna Garut sudah lama dikenal sebagai jenis domba yang baik untuk penghasil daging. Khusus untuk ciri-ciri domba garut betina adalah moka propil, telinga kecil, tidak bertanduk ada sebagian domba betina yang bertanduk sendikit, bulu laken, badan besar, bulu perutnya tipis. Sedangkan domba garut betina sayur atu pedaging memiliki ciri-ciri tidak produktif lagi dan hanya pedaging. Domba betina di buatkan program untuk pembibitan. Program kelahiran dalam waktu 150 hari atau 5 bulan masah kebuntingan. Biasanya jumlah anak 1-4 ekor dengan berat badan 3-5kg. Pemisahan anak dan induk dilakukan setelah usia anak 5 Garut telah dibudidayakan masyarakat Garut sejak lama. Domba yang memiliki fisik yang besar dan kuat ini, melahirkan seni atraksi laga domba yang di daerah Bayongbong Garut. Domba Garut merupakan hasil persilangan segitiga antara domba asli Indonesia, domba Merino dari Asia Kecil dan domba ekor gemuk dari Afrika. Domba ini dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Domba Garut, yang dikenal juga dengan sebutan domba prianganUpaya Pelestarian Dan Pengembangan Domba Garut Kebijakan Pemda Kabupaten Garut telah menetapkan lokasi peternakan Domba Garut yang meliputi Kecamatan Wanaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Singajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kecamatan Cikajang, Kecamatan Bungbulang, dan Kecamatan Cisewu sebagai sentra produksi domba pedaging. Meskipun belum ada data spesifik terhadap populasi domba Garut, dapat dijelaskan bahwa populasi ternak domba secara keseluruhan di Kabupaten Garut selalu tinggi dan tertinggi di antara jenis ternak besar lainnya setiap tahunnya. Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Peternakan, populasi ternak domba saat ini mencapai angka ekor. Angka ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang belum mencapai angka
Ilustrasi Domba Garut Terbesar, Foto Pexels Denitsa KirevaIdul Adha sebentar lagi akan tiba. Dengan demikian, banyak masyarakat beragama Muslim sedang sibuk bersiap-siap untuk menyambut Idul Adha. Salah satu persiapan yang dilakukan masyarakat Muslim adalah menyiapkan hewan kurban. Nah berbicara tentang hewan kurban, ada satu kisah menarik dari hewan yang masih termasuk dalam hewan kurban tersebut. Hewan itu adalah domba. Mengapa demikian? Karena di Indonesia ternyata ada hewan yang ukurannya sangat besar yaitu domba Garut. Bagaimana kisahnya? Simak kisah domba Garut terbesar yang ada di Indonesia dalam artikel menarik berikut Garut TerbesarMengutip dari buku Buku Pintar Hewan oleh Jumanta 202041, domba Ovis adalah hewan berambut tebal dan dikenal manusia sejak zaman kuno untuk dipelihara dan dimanfaatkan bulu wol, daging, serta susunya. Jenis domba yang paling dikenal manusia adalah domba peliharaan Ovis aries.Salah satu domba yang cukup populer di Indonesia adalah domba Garut. Selain disebut sebagai domba Garut, domba ini juga disebut sebagai domba Priangan. Domba ini sejatinya merupakan hasil peranakan domba asli Indonesia, domba Merino dari Asia Kecil, serta domba ekor gemuk dari Afrika. Meskipun demikian, domba Garut telah dibudidayakan oleh masyarakat Garut sejak lama sehingga menghasilkan nama domba Domba Garut Terbesar, Foto Pexels Roman OdintsovDomba Garut termasuk domba dengan tubuh yang lebih besar daripada domba lainnya di Indonesia. Berat domba jantan dewasa dimulai dari 60 kg dan berat domba Garut terbesar jantan bisa mencapai 80 kg. Sedangkan untuk domba Garut betina memiliki berat yang lebih kecil yaitu 30 sampai 40 ciri-ciri domba Garut yang terbilang istimewa daripada domba lainnya. Bulu dari domba Garut lebih panjang dan halus daripada domba lainnya. Selain itu, domba Garut memiliki kualitas daging yang sangat bagus sehingga sering diburu masyarakat yang ingin berkurban. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung bagi perekonomian warga peternak domba Garut. Selain ciri-ciri tubuhnya yang istimewa, domba Garut juga memiliki tingkat kesuburan yang lebih tinggi dibanding domba-domba penjelasan singkat mengenai keistimewaan domba Garut. Semoga bisa menambah ilmu pengetahuan kita. LOV
ciri ciri domba garut betina yang bagus