Dalammateri pembelajaran bahasa Indonesia, sering kali kita menemukan sebuah kalimat. Kalimat tersebut terbentuk dari beberapa kosakata hingga menjadi kalimat dan beberapa kalimat akan menjadi sebuah paragraf teks. Kalimat memiliki ciri, unsur, dan jenisnya sendiri. Dalam satu kalimat, ada yang memiliki jumlah kata sedikit dan ada pula yang soal matematika kelas 1 sd semester 2. Kalimat deklaratif adalah salah satu ragam kalimat yang ada dalam Bahasa Indonesia. Tapi, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kalimat deklaratif? Di artikel ini, kamu akan belajar bersama tentang pengertian kalimat deklaratif, ciri-ciri, jenis, dan contoh-contohnya. Yuk, simak penjelasannya sampai akhir ya! — “Untuk mempermudah, bumbu dapat dihaluskan menggunakan blender.” Hayo, kamu pasti udah nggak asing lagi deh sama kalimat di atas. Kalimat tersebut dapat kamu temukan pada sebuah teks prosedur. Kalau kamu masih ingat, kalimat deklaratif ini masuk ke dalam kaidah kebahasaannya teks prosedur. Tapi, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kalimat deklaratif? Nah, pada artikel ini, kita akan belajar bersama mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contoh kalimat deklaratif secara lengkap. Baca penjelasannya sampai akhir, ya! Pengertian Kalimat Deklaratif Menurut KBBI, kalimat deklaratif adalah kalimat berupa pernyataan yang memiliki ciri intonasi turun atau datar. Umumnya, kalimat deklaratif mengandung arti yang memberitahukan atau menyatakan sesuatu. Jadi, kalimat deklaratif berisi pernyataan atau berita yang sifatnya memberikan sebuah informasi. Nah, pada kalimat deklaratif, tanda baca titik . digunakan untuk mengakhiri kalimat tersebut. Kalau kamu perhatikan, kalimat “Untuk mempermudah, bumbu dapat dihaluskan menggunakan blender.” termasuk kalimat deklaratif karena berisi informasi tentang hal yang dapat dilakukan untuk mempermudah pekerjaan. Kalimat deklaratif juga memiliki ciri-ciri, nih. Ciri-ciri ini yang membedakan kalimat deklaratif dengan jenis kalimat lainnya. Nah, sebelumnya sudah disinggung bahwa pada kalimat deklaratif menggunakan tanda baca titik untuk mengakhiri kalimat tersebut. Hal itu termasuk salah satu ciri dari kalimat deklaratif. Lalu, apa saja ya ciri kalimat deklaratif lainnya? Baca Juga Kumpulan Contoh Kalimat Imperatif beserta Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya Ciri-Ciri Kalimat Deklaratif Kalimat deklaratif juga dikenal sebagai kalimat berita. Dalam buku M. Ramlan yang berjudul Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis, ciri kalimat deklaratif, di antaranya memiliki intonasi berita, tidak memiliki kata tanya apa, siapa, kenapa dan di mana, tidak mengandung kata ajakan seperti ayo, jangan, silakan, dan sebagainya. Untuk lebih lengkapnya, bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini, ya. Jenis-Jenis Kalimat Deklaratif Secara umum, kalimat deklaratif terbagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat deklaratif aktif dan kalimat deklaratif pasif. Berikut perbedaannya! A. Kalimat Deklaratif Aktif Kalimat deklaratif aktif merupakan kalimat deklaratif yang bersifat aktif. Maksudnya, subjek pada kalimat tersebut melakukan tindakan/perbuatan kepada objek. Kalimat deklaratif aktif terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya 1. Kalimat Deklaratif Aktif Transitif Kalimat deklaratif aktif transitif merupakan kalimat yang dapat memasukkan objek ke dalam kalimatnya. Penanda yang paling terlihat dari kalimat ini bisa dilihat dari penggunaan imbuhan me– dan kamu bisa mengubahnya menjadi bentuk kalimat pasif. Contoh kalimat deklaratif aktif transitif Pak guru memotong rambut siswa laki-laki yang gondrong saat razia di sekolah. Polisi itu merazia pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. Ibu membawakanku bekal untuk les sore ini. Baca Juga Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk berdasarkan Jenis-Jenisnya 2. Kalimat Deklaratif Aktif Intransitif Berbeda dengan sebelumnya, kalimat deklaratif aktif intransitif tidak memerlukan objek di dalam kalimatnya. Kamu dapat mengetahui kalimat deklaratif jenis ini dengan melihat kata kerja yang menggunakan imbuhan ber-. Contoh kalimat deklaratif aktif intransitif Setiap hari Andre berlari di lapangan futsal untuk latihan lomba lari 17 Agustusan nanti. Dua orang sahabat itu sedang bertengkar. Akhir tahun nanti aku akan berlibur ke Bali. 3. Kalimat Deklaratif Aktif Semitransitif Serupa dengan sebelumnya, kalimat deklaratif aktif semitransitif tidak membutuhkan objek di kalimatnya. Tapi, di dalam jenis kalimat deklaratif ini kamu bisa menggunakan pelengkap. Contoh kalimat aktif semitransitif Seorang anak kecil bersembunyi setelah mencuri mangga. Ibu membaca sambil minum kopi hitam. Ratu berjalan sendirian. B. Kalimat Deklaratif Pasif Sesuai namanya, kalimat deklaratif pasif merupakan kalimat deklaratif dimana subjek bersifat pasif, atau diberi tindakan oleh objek. Pada jenis kalimat ini, juga dikelompokkan ke dalam beberapa jenis. Di antaranya sebagai berikut 1. Kalimat Deklaratif Pasif Biasa Salah satu tips untuk mengetahui kalimat deklaratif pasif biasa adalah kalimat ini merupakan perubahan bentuk dari kalimat deklaratif aktif transitif. Penandanya yaitu kata kerja yang menggunakan imbuhan ke-an, di-, ter-. Contoh kalimat deklaratif pasif biasa Kemudian, bumbu dihaluskan menggunakan blender. Acara pelatihan guru se-Jawa Barat diadakan oleh walikota Jawa Barat. Seorang pencuri ditangkap setelah kejar-kejaran dengan polisi selama lima jam. Baca Juga Pengertian Kalimat Aktif dan Pasif berdasarkan Pengertian, Ciri-Ciri, Jenisnya 2. Kalimat Deklaratif Pasif Zero Salah satu ciri utama kalimat deklaratif pasif zero adalah unsur predikat di dalam kalimatnya merupakan kata dasar yang terbentuk dari kata kerja. Biasanya, kata kerja di dalam kalimat ini memiliki imbuhan –kan. Contoh kalimat deklaratif pasif zero Kepala Sekolah memberikan piala kepada siswa yang memenangkan lomba Pencak Silat se-Kabupaten. Agar lebih nikmat, ayah mematikan kompornya sesaat sebelum daging sapi matang sempurna. Sudah aku sampaikan permintaan maafmu padanya. Contoh Kalimat Deklaratif Gimana nih, sudah cukup jelas belum materi kalimat deklaratif di atas? Semoga setelah kamu memahaminya, kamu jadi bisa mengidentifikasi kalimat jenis ini dengan lebih mudah, ya. Oke, supaya lebih banyak referensi, berikut contoh-contoh kalimat deklaratif. Ibu memasak air hingga mendidih. Sebanyak 128 siswa diterima di PTN. Sepeda motor perlu bensin untuk bisa dikendarai. Sapi adalah hewan mamalia. Tidak semua sayuran berwarna hijau. Aku adalah anak pertama dari empat bersaudara. Candi Borobudur bukan di Jogjakarta, tapi di Magelang, Jawa Tengah. Dalam satu tahun ada 12 bulan. Donor darah memberikan manfaat kesehatan. Vaksin Covid-19 tidak membuat seseorang kebal terhadap virus Corona. Teh hijau mengandung banyak antioksidan tinggi dan baik untuk mencegah penyakit kanker. Pak Faizal barusan menabrak sepeda motor yang baru saja melintas. Bu Leni sedang memperbaiki komputer Fazri yang sudah rusak. Sejumlah rumah terbakar habis di daerah Kampung Blanakan. Kepolisian meminta densus 88 untuk bersama menjaga negara Indonesia bebas teroris. Naas pencuri motor ini ditangkap dan dipukuli oleh warga setempat yang mempergokinnya. Korupsi dana aksi cepat tanggap telah ditangkap oleh KPK. Sebuah mobil menabrak sepeda motor pagi tadi pukul WIB. Sejumlah kepolisian menggerebek sebuah tempat bermain judi. Maling mobil tertangkap tangan siang tadi dan dihabisi oleh warga tanpa ampun. Siang ini saya baru saja melihat ada kecelakaan mobil di Tol Cipularang. Sungai Musi berada di Palembang, Sumatera Selatan. Laptop Laeli sudah menyala sejak semalam. Salsa adalah seorang pegawai tetap. Gajah adalah hewan terbesar di daratan muka bumi. Musik dapat membantu menenangkan pikiran kita. Lapis legit adalah kue khas Lampung. Farid akan segera pulang dari Jepang bulan depan. Kemarin siang ada sebuah mobil Daihatsu yang dihancurkan peserta kampanye di Jalan Ki Hajar Dewantara. Pagi ini, segerombolan mahasiswa yang terlibat tawuran ditangkap oleh polisi. Indonesia memiliki 34 provinsi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sungai Kapuas adalah sungai terpanjang di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan tepatnya di Provinsi Kalimantan Barat. Harimau Sumatera merupakan hewan endemik Indonesia. Indonesia memiliki tiga zona waktu. Rendang adalah makanan khas Sumatera Barat yang sangat populer. Baca Juga Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung berdasarkan Pengertian, Ciri-Ciri, Jenisnya Gimana, sudah paham tentang kalimat deklaratif? Kalau kamu penasaran dan ingin melihat materi kalimat deklaratif dan jenis-jenis kalimat lainnya dalam bentuk video, tonton aja yuk di ruangbelajar! Referensi Masyarakat Linguistik Indonesia. 2000. Linguistik Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. online at diakses 19 September 2022 Rahardi, R. Kunjana. 2005. Imperatif Kesantunan Bahasa Indonesia. Erlangga. online at diakses 19 September 2022 Pramujiono, Agung dkk. 2020. Kesantunan Berbahasa, Pendidikan Karakter, dan Pembelajaran yang Humanis. Indocamp. online at diakses 19 September 2022 Prihantini, Ainia. 2015. Master Bahasa Indonesia. B First. online at diakses 19 September 2022 Teks tersebut merupakan deskripsi mengenai model pembelajaran kooperatif. Soal tersebut menanyakan kesesuaian informasi yang terdapat dalam teks dengan pilihan jawaban. Hal tersebut termasuk ke dalam salah satu bagian teks proposal. Menurut KBBI, proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Dalam pengertian lain, proposal diartikan sebagai rancangan kerja yang disusun secara sistematis dan terperinci untuk kegiatan yang formal. Kebahasaan teks proposal adalah sebagai berikut. Kalimat efektif merupakan kalimat yang minimal memiliki subjek dan predikat, hemat penggunaan kata, logis, juga memiliki diksi yang sesuai. Pernyataan argumentatif, pernyataan yang ditujukan untuk membuat orang lain bisa mengubah pandangannya dan keyakinannya kemudian mengikuti pandangan dan keyakinan dang pembuat pernyataan Pernyataan persuasif, pernyataan yang bertujuan meyakinkan orang lain Istilah ilmiah merupakan istilah keilmuan yang digunakan dalam bidang tertentu. Kata kerja atau verba dan ketiga jenisnya yaitu, verba material, verba mental, verba relasional Kalimat perincian, berisi penjelasan detail dari keterangan sebelumnya Kalimat definisi berisi pengertian, pengungkapan makna, keterangan dari hal yang akan dijelaskan. Kata yang digunakan, seperti merupakan dan adalah Kata keakanan, kata yang mengungkapkan hal yang akan terjadi, seperti akan, diharapkan, direncanakan Denotatif, memiliki makna yang sebenarnya tanpa menggunakan makna tambahan Kalimat Demikianlah proposal ini kami buat sebagaimana adanya perlu diperbaiki agar menjadi efektif sebab secara makna kalimat ini memiliki makna yang berlebihan terutama pada bagian sebagaimana adanya, sehingga perbaikan kalimatnya menjadi Demikian dan proposal ini kami buat sebagaimana mestinya sebab penulisan proposal haruslah menggunakan aturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan B. KALIMAT EFEKTIF A. Pengertian Kalimat Efektif Selain menunjukkan ciri kebakuan, bahasa dalam surat resmi hendaknya menggunakan kalimat efektif. Kalimat efektif merupakan kalimat yang mempunyai efek yang besar pada diri pembaca. Dengan kalimat efektif, pembaca dapat memahami informasi yang disampaikan melalui surat dengan cepat dan mudah. Kalimat efektif itu dapat mengurangi kemungkinan salah tafsir, sebab kalimat efektif hanya mempunyai satu kemungkinan makna. Kalimat yang tidak efektif dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan. Penggunaan bahasa seperti pada contoh di bawah ini sulit dipahami. Nomor 209/FKIP/UWKS/1992 Surabaya, 18 Februari 1992 Lampiran 1 berkas Hal Jadwal Jaga/piket Kepada Yth. 1. Saudara Pimpinan FKIP 2. Saudara Ketua Jurusan dan Progdi 3. Saudara Ketua Laboratorium 4. Saudara Dosen Tetap FKIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Dengan hormat, Sehubungan dengan akan berlangsungnya perkuliahan semester genap 1991–1992 di lingkungan FKIP, diharapkan Saudara mengisi formulir kesediaan jaga/piket sebagaimana terlampir. Untuk pimpinan dan Ketua no. 1–3 diminta minim 5 lima kali dalam satu minggu dan untuk dosen tetap no. 4 minimum 4 empat kali dalam satu minggu. Formulir tersebut harap diserahkan paling lambat tanggal 21 Februari 1992. Atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih. Dekan, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum ttd ________________________ Surat di atas sulit dipahami. Penyebab kesulitan pemahaman itu yang menonjol adalah faktor bahasa. Kalimat-kalimat dalam surat itu tidak efektif dan tergolong kalimat yang kompleks , yaitu kalimat yang beranak dan bercucu. Surat yang baik ditandai oleh penggunaan kalimat yang efektif. Untuk memperoleh kalimat yang baik, semua kalimat yang digunakan dalam surat sebaiknya disusun dengan memperhatikan ciri-ciri kalimat efektif. Secara garis besar, kalimat efektif itu mempunyai ciri 1 lengkap dan bukan fragmentaris, 2 gramatikal, 3 bernalar atau logis, 4 efisien, dan 5 jelas dan tidak taksa ambigious. Di bawah ini disajikan pembahasan kalimat efektif. B. Kalimat Lengkap Kalimat dalam surat hendaknya menggunakan kalimat lengkap dan bukan potongan kalimat kalimat fragmentaris. Kalimat lengkap adalah kalimat yang dapat mengungkapkan informasi disebut juga pesan, proposisi, makna secara utuh. Artinya informasi atau makna kalimat dalam surat itu tidak diungkapkan secara sepotong-potong. Suatu kalimat dapat dikatakan kalimat lengkap apabila mempunyai kelengkapan struktur. Kelengkapan struktur kalimat ditandai dengan 1 kemampuan kalimat itu untuk berdiri bebas artinya proposisi kalimat itu bukan merupakan bagian dari kalimat lain, dan 2 setidak-tidaknya mengandung unsur inti unsur wajib kalimat. Unsur inti atau unsur wajib kalimat itu meliputi subjek, predikat, dan objek untuk predikat yang berjenis kata kerja transitif. Kalimat fragmentaris merupakan kalimat yang tidak memenuhi persyaratan kelengkapan struktur, sehingga makna atau informasi dalam kalimat itu juga tidak utuh. Kalimat fragmentaris berupa penggalan atau potongan dari sebuah kalimat. Untuk membedakan kalimat lengkap dan kalimat fragmentaris, periksa contoh berikut ini. 1 KF Sehubungan dengan rapat pelaksanaan UNC yang akan diselenggarakan pada Hari Senin, 10 September 1992 Pukul 09 WIB Tempat Gedung A KL Sehubungan dengan rapat pelaksanaan UNC yang akan diselenggarakan pada hari Senin, 10 September 1992 pukul 09 WIB tempat Gedung A kami memerlukan laporan hasil UNC periode yang lalu. 2 KF Mengharap dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu pada acara penutupan penataran P4 pola seratus dua puluh jam. KL Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengharap dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu pada acara penutupan penataran P4 pola seratus dua puluh jam. 3 KF Demikian untuk dipergunakan seperlunya. KL Demikian surat ini kami buat, agar digunakan seperlunya. 4 KF Mengharap kehadiran Saudara pada pengarahan Dekan FKIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang akan diselenggarakan hari Sabtu tanggal 22 Februari 1992 pukul WIB tempat Bangsal Pancasila acara 1. Informasi Status FKIP UWKS 2. Perubahan Sistem Ujian Negara Cicilan 3. Mekanisme Administrasi Keuangan. KL Kami mengharap kehadiran Saudara pada pengarahan Dekan FKIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang akan diselenggarakan hari Sabtu tanggal 22 Februari 1992 pukul WIB tempat Bangsal Pancasila acara 1. Informasi Status FKIP UWKS 2. Perubahan Sistem Ujian Negara Cicilan 3. Mekanisme Administrasi Keuangan. 5 KF Harap dilaksanakan sebaik-baiknya. KL Tugas tersebut harap dilaksanakan sebaik-baiknya. Keterangan KF = Kalimat Fragmentaris KL Kalimat Lengkap Kalimat yang dikelompokkan KL pada contoh di atas berarti telah memenuhi kelengkapan struktur. Sebaliknya, kalimat yang dikelompokkan KF tidak memenuhi kelengkapan struktur sebagai sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia. Kalimat semacam KF hendaknya dihindari dalam menyusun surat. Kalimat lengkap tidak ditentukan oleh jumlah kata yang membentuk kalimat tersebut. Kalimat lengkap ditentukan oleh “keutuhan makna” yang dikandungnya. Contoh 6 di bawah ini termasuk kalimat fragmentaris. 6 Dalam rangka pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan dilaksanakan di Lapangan Persahabatan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang akan dihadiri oleh para dosen dan karyawan serta mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Contoh 6 itu merupakan klausa terikat meskipun rangkaian kata pada kalimat itu cukup banyak. Kalimat itu tidak dapat berdiri bebas, karena kalimat itu merupakan anak kalimat yang tidak memenuhi kelengkapan sebagai kalimat. Contoh 6 itu berbeda dengan kalimat 7 di bawah ini. 7 Saudara kami mohon hadir pada acara tersebut. Kalimat 7 di atas terdiri atas dua kalimat sederhana, yaitu 7a Kami mohon X 7b Saudara hadir pada acara tersebut Kalimat 7 termasuk contoh kalimat lengkap. Jadi, jelas bahwa jumlah kata dalam kalimat tidak menentukan kelengkapan kalimat. C. Kalimat Gramatikal Kalimat gramatikal adalah kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah ketatabahasaan yang berlaku. Kaidah tata bahasa dapat dilihat dalam buku-buku tata bahasa. Kegramatikalan sebuah kalimat dapat dilihat dari segi struktur sintaksis, bentuk kata, dan ketepatan diksi pilihan kata. Berdasarkan struktur sintaksis, kalimat dikatakan gramatikal apabila urutan kata-kata yang membentuk kalimat itu tepat dan lazim digunakan oleh masyarakat penuturnya. Kalimat 10 di bawah ini 8 Surat itu saya telah tanda tangani. merupakan kalimat yang tidak gramatikal, karena urutan kata yang menduduki fungsi predikat tidak sesuai dengan kaidah urutan dalam bahasa Indonesia. Urutan kata yang tepat adalah kata saya pada kalimat di atas dan kata tanda tangani tidak dipisahkan dengan kata telah. Kata saya pada kalimat tersebut merupakan imbuhan yang membentuk kata kerja persona. Kata saya dan tanda-tangani mempunyai hubungan yang erat dan tidak boleh disisipi oleh bentuk yang lain. Seharusnya urutan kalimat itu seperti kalimat 8a di bawah ini. 8a Surat itu telah saya tanda tangani. Ketepatan urutan kata tidak semata-mata ditentukan oleh urutan fungsi-fungsi kata dalam kalimat tersebut. Perhatikan, urutan fungsi-fungsi subjek, predikat, dan objek pada kalimat berikut. 9 Surat permohonan telah ditandatangani oleh saya. 10 Surat yang Saudara ajukan sudah dibaca oleh kami. Kalimat 9 dan 10 digolongkan pada kalimat tidak gramatikal. Kedua kalimat itu tidak mengikuti kelaziman urutan dalam kalimat bahasa Indonesia. Penggunaan kata saya dan kita termasuk kata kami dan aku sebagai objek agentif atau pelaku dalam bahasa Indonesia kurang lazim. Kata-kata itu saya, aku, kita, dan kami dalam kalimat pasif sebaiknya tidak digunakan sebagai objek agentif, melainkan digunakan sebagai afiks persona yang mendahului kata kerjanya. Sebaiknya, kalimat 9 dan 10 diperbaiki menjadi kalimat seperti dibawah ini. 9a Surat permohonan telah saya tanda tangani. 10a Surat yang Saudara ajukan sudah kami baca. Ditinjau dari struktur sintaksis, kalimat di bawah ini termasuk kalimat yang tidak gramatikal. 11 Di surat itu menjelaskan petunjuk pelaksanaan. 12 Bagi kami memerlukan contoh surat yang baik. 13 Di mana-mana menempelkan surat pengumuman rektor. Ketiga kalimat di atas mempunyai subjek yang diduduki oleh frase depan preposisi. Subjek yang diduduki oleh frase preposisi dalam bahasa Indonesia tidak tepat. Subjek kalimat dalam bahasa Indonesia biasanya berupa kata atau frase benda nomina. Kalimat yang fungsi subjeknya diduduki oleh frase preposisi itu menjadi tidak logis periksa kalimat logis. Kalimat itu dapat diuji kelogisannya dengan pertanyaan, “Siapa yang menjelaskan petunjuk pelaksanaan? Jawaban pertanyaan ini di surat itu atau penulis surat itu? Dua kalimat yang lain sama seperti itu. Jadi, sebaiknya kalimat itu diperbaiki seperti kalimat di bawah ini. 11a Di surat itu dijelaskan petunjuk pelaksanaan. 12a Kami memerlukan contoh surat yang baik. 13a Di mana-mana ditempelkan surat pengumuman rektor. Frase preposisi pada kalimat 11a dan 13a yang diperbaiki itu tidak berfungsi sebagai subjek, melainkan berubah menjadi keterangan. Kedua kalimat itu termasuk kalimat inversi. Kegramatikalan kalimat berdasarkan struktur sintaksisnya dapat terganggu apabila urutan kata yang membentuk kalimat itu tidak menunjukkan satuan-satuan yang jelas. Gangguan kegramatikalan itu akan menjadikan kekacauan struktur kalimat tersebut. Kekacauan struktur itu dapat disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, dihilangkannya bagian kalimat yang penting dan salah penggabungan ide disebut klausa, misalnya 14 Bersama ini menyediakan 3 berkas surat Keputusan baru 1. Nomor Kep – 23/UWKS/IV/1992. Tanggal 13 April 1992. Tentang Peraturan Pokok Karyawan Edukatif Wijaya Kusuma Surabaya. 2. Nomor Kep 19/UWKS/IV/1992. Tanggal 13 April 1992. Tentang Jam Wajib Mengajar dan Tunjangan Jabatan Dosen Tetap Wijaya Kusuma Surabaya. 3. Nomor Kep – 20/UWKS/IV/1992. Tanggal 13 April 1992. Tentang Pedoman Penyesuaian Pangkat, Golongan/Ruang bagi Dosen Tetap Yayasan Wijaya Kusuma Surabaya. dikarenakan ketiga Surat Keputusan tersebut akan mempengaruhi keadaan anggaran, maka kami mohon petunjuk. Kalimat di atas termasuk kalimat yang panjang. Kalimat itu tidak gramatikal, karena subjek kalimat itu dihilangkan dan salah penggabungan idenya. Sebaiknya, kalimat itu diubah seperti kalimat 17a dan 17b berikut. 14a Bersama ini kami sampaikan tiga berkas surat keputusan baru 1. Nomor Kep. 23/UWKS/IV/1992 Tanggal 13 April 1992 Tentang Peraturan Pokok Karyawan Edukatif Wijaya Kusuma Surabaya 2. Nomor Kep. 19/UWKS/IV/1992 Tanggal 13 April 1992 Tentang Jam Wajib Mengajar dan Tunjangan Jabatan Dosen Tetap Wijaya Kusuma Surabaya 3. Nomor Kep. 20/UWKS/IV/1992 Tanggal 13 April 1992 Tentang Pedoman Penyesuaian Pangkat, Golongan/Ruang bagi Dosen Tetap Yayasan Wijaya Kusuma Surabaya. Ketiga Surat Keputusan di atas mempengaruhi keadaan anggaran. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon petunjuk. 14b Bersama ini kami sampaikan tiga berkas surat keputusan baru 1. Nomor Kep. 23/UWKS/IV/1992 Tanggal 13 April 1992 Tentang Peraturan Pokok Karyawan Edukatif Wijaya Kusuma Surabaya 2. Nomor Kep. 19/UWKS/IV/1992 Tanggal 13 April 1992 Tentang Jam Wajib Mengajar dan Tunjangan Jabatan Dosen Tetap Wijaya Kusuma Surabaya 3. Nomor Kep. 20/UWKS/IV/1992 Tanggal 13 April 1992 Tentang Pedoman Penyesuaian Pangkat, Golongan/Ruang bagi Dosen Tetap Yayasan Wijaya Kusuma Surabaya yang mempengaruhi keadaan anggaran. Sehubungan dengan perubahan keadaan anggaran tersebut, kami mohon petunjuk. Ide yang digabung dalam kalimat 14 itu setidak-tidaknya terdiri atas tiga buah yaitu a pengirim menyampaikan tiga berkas surat keputusan, b surat keputusan itu mempengaruhi keadaan anggaran, dan c pengirim memohon petunjuk karena adanya perubahan anggaran. Ketiga jenis ide itu sulit digabungkan menjadi sebuah kalimat, sebab ketiga ide kurang berkaitan. Oleh sebab itu, sebaiknya diuraikan menjadi beberapa kalimat seperti kalimat 14a atau 14b. Kedua, susunan kata dan kelompok kata dalam suatu urutan yang kurang jelas dan tegas. Karena dengan urutan yang demikian itu, kalimat menjadi kabur dan sulit dipahami. Perhatikan contoh berikut. 15 Bersama ini kami sampaikan daftar “Perincian Kegiatan Dan Angka Kredit Jabatan Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi”, guna melengkapi bahan-bahan terdahulu SK. Menpan No. 59/1987, SK. Menpan No. 1/1988 dan surat edaran No. 2492/1988, dengan maksud untuk membantu kelancaran pembuatan laporan bulanan/semester tentang angka kredit yang diperoleh para dosen tetap. Urutan fungsi pada kalimat di atas tidak jelas. Kalimat itu berbelit-belit, meskipun dapat dipahami. Kalimat itu memperlambat kecepatan pemahaman pembaca. Sebaiknya, kalimat itu dipecah menjadi dua kalimat seperti berikut. 15a Bersama ini kami sampaikan daftar “Perincian Kegiatan Dan Angka Kredit Jabatan Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi” untuk melengkapi bahan-bahan terdahulu SK. Menpan No. 59/1987, SK. Menpan No. 1/1988 dan surat edaran No. 2492/1988. Daftar ini dimaksudkan untuk membantu kelancaran pembuatan laporan bulanan/semester tentang angka kredit yang diperoleh para dosen tetap. Kalimat di atas menunjukkan satuan-satuan ide yang jelas. Dengan memperjelas satuan-satuan ide itu, dapat diperoleh kalimat yang gramatikal. D. Kalimat Logis atau Bernalar Kalimat logis adalah kalimat yang maknanya dapat diterima oleh akal. Logis-tidaknya kalimat itu dilihat dari segi maknanya, bukan strukturnya. Kelogisan kalimat didukung oleh ketepatan diksi pilihan kata dan bentukan kata yang digunakan. Diksi yang tepat memperjelas informasi yang dikandungnya. Perhatikan contoh berikut. 16 Kami belum jelas isi surat Saudara. Kalimat 16 di atas termasuk kalimat yang tidak masuk akal. Pilihan kata jelas tidak tepat, sebaiknya diganti dengan kata paham. Kata jelas berdasarkan logika berkaitan dengan pengamatan, misalnya “Suaranya tidak terdengar dengan jelas.” Kelogisan kalimat juga ditentukan oleh pembentukan kata, seperti contoh kalimat berikut. 17 Dengan surat ini kami memberitahukan Bapak mahasiswa angkatan 1988 sedang mengadakan praktek lapangan pada saat ini. Apakah yang diberitahukan? Bapak atau hal mahasiswa angkatan 1988 sedang praktek? Pada kalimat 28 kata memberitahukan berarti memberitahu untuk atau pada’. Jadi kalimat 17 itu berarti Dengan surat ini kami memberitahu tentang Bapak pada mahasiswa angkatan 1988 yang mengadakan praktek lapangan pada saat ini.’ Benarkah menurut akal sehat kita? Kalimat 17 di atas salah dalam menempatkan objek. Kalimat itu sebaiknya diubah menjadi kalimat 17a atau 17b seperti berikut. 17a Dengan surat ini kami memberitahu Bapak bahwa mahasiswa angkatan 1988 sedang mengadakan praktik lapangan pada saat ini. 17b Dengan surat ini kami memberitahukan bahwa mahasiswa angkatan 1988 sedang mengadakan praktik lapangan pada saat ini. Kalimat menjadi tidak logis karena juga pengaruh salah logika, seperti tampak pada kalimat berikut. 18 Waktu dan tempat kami persilakan! 19 Yang merasa kehilangan buku harap diambil di kantor TU. Kalimat 18 dan 19 tersebut termasuk kalimat yang tak logis. Untuk kalimat 18, siapakah yang dipersilakan? Tentunya bukan waktu dan tempat, melainkan orangnya. Untuk kalimat 19, apa yang dapat diambil di kantor TU? Buku ataukah yang merasa kehilangan buku? Kalimat yang salah logika itu dapat diperbaiki menjadi 18a atau 18b, dan 19a berikut ini. 18a Waktu dan tempat kami serahkan. 18b Bapak atau Ibu kami persilakan! 19a Yang merasa kehilangan buku harap mengambilnya di kantor TU. E. Kalimat Efisien Kalimat efisien atau hemat adalah kalimat yang padat isi bukan padat kata. Artinya, kalimat itu hanya menggunakan kata dalam jumlah yang sedikit, tetapi dapat menyampaikan informasi secara tepat dan jelas. Pengungkapan informasi dengan menggunakan banyak kata merupakan pemborosan. Hal ini harus dihindari dalam menulis surat. Penggunaan kata yang berlebihan menjadikan kalimat atau bahasa itu berbelit-belit dan sulit dipahami. Perhatikan contoh kalimat di bawah ini. 20 Sehubungan dengan bulan suci Ramadhan akan dimulai tanggal 6 Maret 1992, maka jam kerja selama bulan Ramadhan 1412 H tahun ini untuk seluruh karyawan yang bertugas di lingkungan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, ditetapkan seperti aturan sebagai berikut Hari Senin sampai dengan Kamis jam Hari Jumat dan Sabtu jam kerja tetap seperti biasa. Kalimat 20 di atas padat kata, bukan padat isi. Beberapa kata diulang-ulang misalnya frase bulan Ramadhan. Selain itu, ada bagian kalimat yang dihilangkan seperti bahasa lisan, sehingga menimbulkan kekaburan makna. Kalimat itu dapat diperbaiki sebagai berikut. 20a Sehubungan dengan bulan suci Ramadhan yang dimulai pada 6 Maret 1992, pengaturan jam kerja di lingkungan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya selama bulan tersebut ditetapkan seperti berikut a hari Senin sampai dengan Kamis pukul sampai dengan b hari Jumat dan Sabtu, jam kerja tetap seperti biasa. Kalimat efisien ditandai dengan absennya unsur kalimat yang tak ada manfaatnya atau tidak ada unsur mubadir. Contoh 21 Demi kelancaran pelaksanaan tugas penyampaian surat-surat dinas ke berbagai lembaga terkait serta kepada para dosen luar biasa FKIP, dan demi untuk mobilitas pelaksanaan tugas-tugas yang lain, petugas FKIP sangat memerlukan sarana transportasi. Pada kalimat 21, kata yang diberi garis bawah merupakan unsur yang mubadir. Kata-kata itu tidak mempunyai fungsi gramatikal. Di samping itu, pada kalimat di atas ada beberapa ide yang diulang-ulang. Untuk mendapatkan kalimat yang efisien, pengulangan ide harus dihindari. Kalimat 21 di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat 21a di bawah ini. 21a Demi kelancaran pelaksanaan tugas, khususnya penyampaian surat dinas ke luar universitas, petugas FKIP sangat memerlukan sarana transportasi. F. Kalimat Jelas Maknanya Tidak Taksa Tujuan menyusun kalimat dalam surat adalah untuk menyampaikan informasi, gagasan, kemauan, ide, perintah dan sebagainya. kepada orang lain. Tujuan itu dapat tercapai bila makna kalimat itu dapat dipahami dengan mudah oleh para pembaca atau pendengar. Kalimat yang maknanya mudah dipahami dengan tepat sesuai dengan yang dimaksud penulisnya itulah yang dinamakan kalimat jelas. Sebaliknya, kalimat yang mempunyai kemungkinan banyak tafsir dinamakan kalimat taksa atau mendua arti. Kalimat ini mempunyai beberapa kemungkinan tafsiran. Kalimat yang taksa dalam menulis surat harus dihindari, sebab dapat menimbulkan salah pengertian. Perhatikan contoh kalimat berikut. 22 Bersama ini kami sampaikan dengan hormat foto copy surat dari Saudara Sugeng Wahyuni NRP 1881255 tanggal 2 September 1992, perihal di pokok surat yang telah mendapat disposisi Pembantu Rektor Akademik tanggal 2 September 1992 sebagaimana bunyi terlampir. Kalimat 22 di atas termasuk kalimat yang taksa atau mendua arti. Pada kalimat 22 di atas frase perihal di pokok surat ternyata bukanlah hal surat yang dikirimkan, melainkan surat Saudara Sugeng Wahyuni. Padahal dalam konteks di atas frase itu dapat diartikan sebagai hal surat yang dikirimkan itu. Kalimat itu mempunyai beberapa kemungkinan makna. Oleh sebab itu, sebaiknya diperbaiki menjadi kalimat seperti berikut. 22a Bersama ini kami sampaikan dengan hormat fotokopi surat Saudara Sugeng Wahyuni, NRP 1881255, yang telah mendapat disposisi Pembantu Rektor Akademik tanggal 2 September 1992 seperti dalam lampiran. Kalimat-kalimat yang mendua arti seperti di atas harus dihindari dalam menulis surat. Kalimat seperti di bawah ini juga mempunyai banyak tafsir. 23 Bersama ini disampaikan dengan hormat 1 bendel berkas surat pengantar mahasiswa Fakultas Saudara yang berkunjung/study literatur ke Perpusataan lain sebagai tembusan. Kalimat 23 di atas mempunyai banyak penafsiran. Pertama, siapa yang berkunjung ke perpustakaan lain? Apakah yang berfungsi sebagai tembusan? Jawaban pertanyaan ini lebih dari satu buah. Hal ini berarti kalimat tersebut mendua arti. Kalimat itu dapat diperbaiki sebagai berikut. 23a Bersama ini kami sampaikan dengan hormat satu berkas surat pengantar mahasiswa Fakultas Ekonomi yang berkunjung/studi pustaka keperpusataan lain. Surat itu sebagai tembusan. Dengan mengubah kalimat di atas, penafsiran makna kalimat 23a lebih tepat.

dengan ini kami sampaikan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat pada