NilaiNilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia mempunyai ciri khas atau karakteristik tersendiri yang berbeda dari ideologi lain yang ada di dunia. Ciri atau karakteristik yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila, yaitu sebagai berikut. 1. Ketuhanan Yang PeranBPD dalam melakukan sosialisasi di kecamatan Buntumalangka ialah sebagai berikut: Tabel.4.27 Peran BPD Dalam Melakukan Sosialisasi Di Kecamatan Buntumalangka Kategori frekuensi Persentase Sangat sering sosialisasi 9 12 Sering sosialisasi 20 27 Kurang sosialisasi 28 38 Tidak pernah sosialisasi 18 24 Jumlah 75 100 (Sumber: Hasil Angket,2016 BABIII PENUTUP A. Kesimpulan Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kengaraan. Dinamikaperwujudan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. 11 x Pertemuan ( 33 JP, @ 3 x 40 , seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Menunjukan keterampilan menalar, mengolah dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaborasi dan komunikatif dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai Pengertianpengertian yang berhubungan dengan berbagai penyebutan Pancasila ini dapat diikhtisarkan sebagai berikut: a)Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia. b)Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. c)Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. d)Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. soal matematika kelas 1 sd semester 2. Pancasila menjadi dasar negara dan pandangan hidup bagi bangsa Indonesia. Dengan ditetapkannya Pancasila yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 sebagai dasar negara, maka seluruh bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai pedoman kehidupan sehari-hari. Bagi bangsa Indonesia, Pancasila memiliki fungsi dan peran sebagai dasar negara dan pandangan hidup. Berikut penjelasannya. Fungsi dan Peran Pancasila sebagai Dasar Negara Mengutip Badan Pembinaan Ideologi Pancasila alias BPIP, dasar negara menjadi pedoman dan komponen penting agar negara terbebas atau merdeka dari penjajahan. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara diatur dalam Pasal 2 UU tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, yang menyatakan bahwa Pancasila merupakan sumber segala sumber hukum negara. Adapun fungsi Pancasila sebagai dasar negara dijelaskan sebagai berikut 1. Pancasila sebagai Pedoman Hidup Bangsa Sebagai sebuah negara dalam menjalankan perannya, bangsa Indonesia harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila, termasuk dalam menjalin hubungan diplomatik. Maka, apapun bentuk kerja sama harus berpedoman pada nilai-nilai Pancasila. 2. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Institusi sosial yang ada di Indonesia dari yang paling besar hingga yang paling kecil senantiasa menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi bagi ideologinya. Institusi yang paling besar dalam hal ini adalah negara, sedangkan institusi atau organisasi yang kecil seperti organisasi masyarakat. 3. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Sebagai kepribadian bangsa, Pancasila merupakan identitas dari bangsa Indonesia. Keluhuran makna serta nilai-nilai yang menyertainya dijadikan sebagai bentuk kepribadian bangsa dalam menyikapi setiap persoalan. 4. Pancasila sebagai Sumber Hukum Sebagai sumber hukum, Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum yang ada atau dengan kata lain filosofi hukum itu sendiri. Apa yang ada dalam hukum yang diterbitkan oleh pemerintah dalam berbagai tingkatan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. 5. Pancasila sebagai Cita-cita Bangsa Cita-cita mengandung makna harapan atau tujuan. Dalam konteks Pancasila sebagai cita-cita bangsa Indonesia, nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai orientasi arah bangsa karena merupakan konsep ideal untuk cita-cita masyarakat Indonesia. Fungsi dan Peran Pancasila sebagai Pandangan Hidup BPIP dalam artikelnya menjelaskan, Pancasila sebagai pandangan hidup artinya Pancasila dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Bangsa tanpa pandangan hidup rentan terpecah karena tidak memiliki arah, tujuan, atau cita-cita yang jelas. Adanya Pancasila sebagai pandangan hidup menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki pedoman atau petunjuk hidup yang dijadikan acuan. Pancasila sebagai pandangan hidup dipergunakan sebagai pedoman tingkah laku sehari-hari serta menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Adapun fungsi dan peran Pancasila sebagai pandangan hidup adalah Pancasila dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Baik itu permasalahan yang terjadi di Indonesia atau bahkan di masyarakat dunia. Pancasila bisa menjadi cara untuk menyelesaikan persoalan budaya, sosial, ekonomi, dan politik agar negara kita semakin maju.. Warga negara Indonesia jadi memiliki acuan untuk membangun dirinya berdasarkan apa yang menjadi cita-cita bangsa. Pancasila sebagai pandangan hidup bisa mempersatukan masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Pancasila harus dijadikan sebagai pandangan hidup oleh seluruh warga negara Indonesia. Kemudian pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dapat dijelaskan dalam masing-masing butir pancasila sebagai berikut 1. Ketuhanan yang Maha Esa Sila pertama ini mengartikan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia mempercayai dan bertakwa pada Tuhan, yang disesuaikan dengan agama dan kepercayaan yang dimiliki oleh masing-masing orang. Dengan demikian, makna dari sila ini berarti bangsa Indonesia perlu saling menghormati antar umat beragama sehingga tercipta kehidupan yang rukun. 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Sila kedua mengandung makna bahwa setiap manusia memiliki derajat yang sama, sehingga bangsa Indonesia harus saling menyayangi satu sama lain. Kita juga harus saling menjaga dan membantu sesama, membela kebenaran dan keadilan, dan bekerja sama untuk kedamaian negara. 3. Persatuan Indonesia Sila ketiga mengandung makna bahwa kita harus menempatkan kesatuan, persatuan, dan kepentingan negara dari kepentingan masing-masing. Kita harus mempunyai kepribadian yang rela berkorban demi negara Indonesia, mencintai bangsa Indonesia dan tanah air, serta bangga pada negara. Nilai persatuan Indonesia menempatkan persatuan dan kesatuan, kepentingan, serta keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sila ketiga ini juga mengembangkan jiwa nasionalisme dan bangga bertanah air Indonesia. 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan Sila keempat ini menghimbau bangsa Indonesia untuk tidak memaksakan kehendaknya pada orang lain dan mengutamakan kepentingan negara dan orang lain. Dalam kehidupan, terkadang muncul perbedaan pendapat dan cara pandang. Adanya sila keempat ini menunjukkan bahwa permasalahan harus menyelesaikannya dengan cara bermusyawarah atau berdiskusi. Selain itu, nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila adalah kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat dan dilaksanakan melalui suatu badan perwakilan rakyat. Segala permasalahan sebisa mungkin diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Setiap orang Indonesia berhak mendapatkan perlakuan yang adil dalam segala bidang. Keadilan yang dicita-citakan adalah keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Perwujudan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ditunjukkan dengan mengembangkan sikap adil terhadap sesama serta menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan menghormati hak-hak orang lain. PROF DR SUDJITO SH MSIGuru Besar Ilmu Hukum UGMKongres Pancasila VII diselenggarakan oleh Pusat Studi Pancasila UGM pada 30 Mei-1 Juni 2015. Acara serupa diselenggarakan di tempat lain, baik oleh pemerintah atau komunitas tertentu. Kita bersyukur, pada hari ulang tahunnya ke-70, Pancasila masih eksis di negeri ini. Mengapa Pancasila tetap eksis, tak tergantikan isme lain? Karena kebenarannya. Sehubungan dengan itu, bermodal tekad dan semangat kebangsaan, kita pertahankan Pancasila sebagai kebenaran yang hidup. Maknanya, selagi masih ada kehidupan, di situ Pancasila dipastikan ada dan difungsikan sebagai pandangan hidup. Disayangkan, akhir-akhir ini muncul polemik tentang hari lahir Pancasila. Polemik itu berpotensi memecah belah bangsa. Pada saat lain, saya ingin berbagi pandangan untuk menepis kerancuan pemikiran tidak sehat itu. Untuk sejurus waktu, tulisan ini berkehendak memahamkan Pancasila pada tataran lebih mendasar yakni sebagai pandangan hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup sudah ada sejak awal kehidupan dan bukan lahir 1 Juni 1945 ataupun tanggaltanggal lain. Eksistensi dan kebenaran nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dapat dikenali secara sosiologis-antropologis. Seraya mendasarkan pada pendapat Prof Dr Brandes, dikatakan oleh Bung Karno 1958, tatkala Eropa masih hutan belukar belum ada Germanentum dan di sini Indonesia ketika itu masih pra- Hindu justru sudah ada pola cocok tanam padi di sawahsawah. Kehidupan manusia Indonesia, digambarkan Bung Karno, berproses melalui empat saf yakni saf pra-Hindu, saf Hindu, saf Islam, dan saf Imperialis. Bung Karno berusaha menggali sedalam-dalamnya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Dari penggalian itulah, diperoleh lima hal yang menonjol pada semua saf kehidupan yakni Ketuhanan, Kebangsaan, Perikemanusiaan, Kedaulatan Rakyat, dan Keadilan Sosial. Lima hal tersebut diyakini Bung Karno dapat dijadikan sebagai dasar statis dan leitstar dinamis yang akan diterima dan di atasnya seluruh rakyat Indonesia bersatu padu. Melalui kursus-kursus Pancasila sebanyak enam kali, dijelentrehkan, bahwa sejak awal kehidupan, manusia Indonesia sudah hidup di dalam alam ketuhanan. Di sanalah tempat permohonannya dan tempat kepercayaannya. Dari sana pula setiap manusia memaksimalkan budi luhur, budi pekerti, atau keadabannya. Bertolak dari manusia beradab, didukung fungsionalisasi unsur cipta, rasa, dan karsa, lahirlah budaya-budaya antara lain budaya persatuan, permusyawaratan, dan keadilan. Jadi, budaya itu positif dan hanya lahir dari manusia beradab. Korupsi, jangan dibilang ”telah membudaya”. Aduh . . . maaf, maaf, pernyataan demikian menyesatkan. Korupsi itu negatif, muncul dari manusia biadab, rakus, serakah, menghalalkan segala cara untuk menilap uang negara. Manusia beradab pantang korupsi. Justru mereka berusaha taat pada hukum sebagai tatanan order kehidupan secara utuh dan total sehingga daripadanya muncul keadilan. Demikianlah pola dan warna kehidupan itu, dari waktu ke waktu, dalam keseharian. Sejak fase awal sampai pada era industrialisasi, nilai-nilai Pancasila dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, sampai dengan keadilan sosial senantiasa konsisten dijadikan sebagai pandangan hidup. Jadi, Pancasila sebagai pandangan hidup sudah ada sebelum ada Bung Karno, sebelum ada Republik Indonesia. Dari dahulu bangsa Indonesia telah mengenal Tuhan, hidup di alam ketuhanan. Dari dahulu, bangsa Indonesia telah cinta Tanah Air dan bangsa. Dari dahulu, kita sudah mengenal rasa kebangsaan dan rasa kemanusiaan. Demikian pula, rasa kedaulatan rakyat dan citacita keadilan sosial. Bangsa Indonesia adalah satu-satunya bangsa yang tidak pernah menjajah bangsa lain. Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan sistem nilai, mencakup keseluruhan nilai-nilai secara lengkap, tersusun secara sistematis-hierarkis, dimulai dari nilai ketuhanan sampai nilai keadilan sosial. Nilai value merupakan pengertian filsafat. Artinya, tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro 1971 menjelaskan nilai-nilai Pancasila ke dalam tiga kategori 1 Nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia; 2 Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas; 3 Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Lebih lanjut nilai kerohanian dibedakan atas empat macam a Nilai kebenaran/ kenyataan, yang bersumber pada unsur akal manusia ratio , budi, cipta; b Nilai keindahan, yang bersumber pada unsur rasa manusia gevoel , perasaan, aesthetis ; c Nilai kebaikan atau nilai moral, yang bersumber pada unsur kehendak/kemauan manusia will , karsa, ethic ; dan d Nilai religius, yang merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/ keyakinan/keimanan. Nilai-nilai Pancasila telah mengakar pada adat-istiadat, kebudayaan, dan agama-agama di Indonesia sejak ratusan tahun silam. Sebab itu, pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup berpadu dengan pengamalan adat-istiadat, kebudayaan, dan agama. Artinya, pengamalan Pancasila berlangsung spontan, seketika, serentak, simultan dengan pengamalan adat-istiadat, kebudayaan, dan agama. Pancasila memberikan kemudahan, kelapangan, dan fasilitatif terhadap orang-orang yang ingin menjalankan adatistiadatnya, kebudayaannya, dan agamanya. Perlu ditegaskan bahwa Pancasila bukan agama dan tidak sepatutnya dibandingkan agama, tetapi siapa pun taat beragama berarti dia telah Pancasilais. Pancasila sebagai pandangan hidup memberi arah, motivasi, dan energi untuk pencapaian keberkahan hidup. Memosisikan Pancasila sebagai pandangan hidup akan menghasilkan kekuatan lahir-batin sehingga manusia mampu menembus dimensi wujud, membuka pintu-pintu rezeki, meningkatkan harkatmartabat hidupnya. Didukung qalbu salim, akal cerdas, berpikir produktif, lahirlah kreativitas dan progresivitas kehidupan. Gambaran keberkahan hidup adalah bak hangatnya sinar matahari pagi, bak suburnya bumi disiram air hujan, bak lebatnya pohon dengan buahnya. Alangkah indah, nyaman, dan membahagiakan. Salam Pancasila. WallahuWallahualam.bbg Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa. - Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan salah satu hal yang sering kita dengar. Tapi, apa maksudnya? Itu mengandung makna bahwa semua aktivitas dalam kehidupan sehari-hari Bangsa Indonesia harusnya sesuai dengan Pancasila. Dalam berperilaku hingga menyelesaikan berbagai persoalan, Pancasila hendaknya dijadikan sebagai acuan oleh Bangsa Indonesia. Pancasila dianggap memiliki nilai-nilai kehidupan paling baik, sehingga, Pancasila pun dijadikan dasar dan motivasi dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara. Baca Juga Wajib di Era Soeharto, Pemutaran Tiap Tahun Film G30S/PKI Dihentikan Sejak Tahun 1998, Ini Tokoh di Balik Penghentiannya Lebih rincinya, berikut ini fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Pertama, pancasila dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Baik itu permasalahan yang terjadi di Indonesia atau bahkan di masyarakat dunia. Kedua, pancasila bisa menjadi cara untuk menyelesaikan persoalan budaya, sosial, ekonomi, dan politik agar negara kita semakin maju. Ketiga, warga negara Indonesia jadi memiliki acuan untuk membangun dirinya berdasarkan apa yang menjadi cita-cita bangsa. PROMOTED CONTENT Video Pilihan –Indonesia merupakan negara yang mempunyai pedoman hidup sebagai dasar negara agar masyarakat menjadi pribadi yang dapat saling menghormati dan menghargai antarsesama makhluk hidup. Pedoman yang dimaksud adalah Pancasila. Apa saja fungsi Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia?Fungsi Pancasila bagi kehidupan bangsa Indonesia Berikut adalah fungsi-fungsi dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat Fungsi Pancasila sebagai filsafat negara Menurut Ruslan Abdulgani dalam Beberapa Catatan tentang Ancaman Ideologi terhadap Pancasila 1978 Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai ideologi kolektif cita-cita bersama seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan filsafat praktis yang lahir dari pemikiran mendalam pada pendiri bangsa. Filsafat praktis artinya, Pancasila merupakan nilai-nilai nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik oleh pemerintah ataupun rakyat dan bukan hanya pemikiran yang memenuhi keingintahuan saja. Baca juga Prinsip-Prinsip Koperasi yang Sesuai PancasilaFungsi Pancasila sebagai dasar negara Pancasila berfungsi sebagai dasar negara, artinya Pancasila adalah sumber dari semua sumber hukum dalam penyelengaraan negara. Perancangan hukum, penerapan, penegakan, dan kepentingannya juga harus sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Fungsi Pancasila sebagai sumber nilai Tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum, Pancasila juga berfungsi sebagai sumber nilai yang berlaku dalam masayarakat. Misalnya pembentukan norma dan etika bermasyakarat juga bersumber dari nilai-nilai luhur Pancasila. Fungsi Pancasila sebagai kepribadian bangsa Pancasila merupakan kepribadian Bangsa Indonesia. Pancasila memberikan kepribadian dan jati di pada masyarakat dan ciri khas yang membedakan Bangsa Indonesia dari bangsa lainnya. Baca juga Hubungan Makna Sila Ketiga Pancasila dengan Simbolnya Fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Menurut Ronto dalam buku Pancasila sebagai Ideologi dan dasar Negara 2012 menyebutkan fungsi Pancasila sebagai pandnagan hidup bangsa mengandung makna bahwa semua kativitas kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari harus sesuai dengan sila-sila dari Pancasila. Masih ingat siapa yang merumuskan dasar negara kita, pancasila? Tentu teman-teman ingat, presiden pertama bangsa Indonesia, Bapak Ir. Soekarno yang awalnya berupa pidato yang beliau sampaikan pada tanggal 1 Juni. Tentu setelahnya memerlukan banyak perubahan dan penyesuaian agar seluruh daerah dan masyarakat Indonesia di berbagai penjuru menyetujuinya. Hingga pada akhirnya, di tahun 1945 lahirlah sejarah hari kesaktian Pancasila seperti yang kita semua kenal sekarang generasi muda Indonesia setidaknya selalu mengucapkannya di setiap hari Senin pagi saat upacara. Sayangnya seringkali kita semua menyebutkannya tanpa memaknai lebih lanjut arti Pancasila yang disusun oleh pejuang-pejuang kita terdahulu. Maka dari itu, yuk disimak apa sebenarnya arti dari lima sila yang ada dalam pancasila dan apa fungsi dari adanya Pancasila bagi negara dan bangsa Indonesia? Berdasarkan asal katanya, Pancasila terdiri dari dua kata dalam bahasa Sansekerta yakni Panca yang berarti lima; dan Sila yang berarti prinsip ataupun asas. Bagi Bapak Ir. Soekarno, Muhammad Yamin, dan Notonegoro, pancasila merupakan falsafah negara dan bangsa Indonesia, di mana Pancasila adalah pedoman serta aturan dasar dalam bertingkah Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa IndonesiaSebagai sebuah pedoman dasar bangsa dalam bertingkah laku, bangsa Indonesia memiliki sebuah acuan yang nantinya dapat digunakan sebagai pemersatu bangsa Indonesia, lambang persatuan, kesatuan, dan juga pertahanan bagi negara dan bangsa Indonesia. Hal ini berdampak pada seluruh aturan ataupun perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, di mana seluruhnya berpacu pada pancasila. Apabila pancasila diamalkan dengan baik, maka seharusnya persatuan bangsa Indonesia pun akan yang Maha EsaSila pertama ini menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia mempercayai dan bertakwa pada Tuhan, sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dimiliki oleh masing-masing agama di Indonesia tentu memiliki Tuhan yang dipercayai masing-masing, oleh karena itu makna dari sila ini juga menyampaikan bahwa bangsa Indonesia perlu saling menghormati antar umat berargama sehingga tercipta kehidupan yang hanya itu, setiap agama memiliki cara beribadahnya masing-masing sehingga bangsa Indonesia juga sepatutnya menghargai dan menghormati kebebasan umat beragama untuk beribadah sesuai apa yang dipercayainya dan tidak memaksakan agama ataupun kepercayaannya pada orang yang Adil dan BeradabPada sila yang kedua, disebutkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang satu, perlu memahami bahwa setiap manusia memiliki derajat yang sama, sehingga bangsa Indonesia perlu saling mencintai, menjunjung tinggi antar satu sama lain, saling menjaga dan membantu sesama, membela kebenaran dan keadilan, serta saling bekerja sama demi terciptanya negara yang makmur. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab tidak hanya berlaku antar bangsa Indonesia, namun juga keadilan dan keberadaban pada bangsa lainnya dari negara IndonesiaSila ketiga meskipun memiliki kata yang paling sedikit, namun memiliki arti yang tidak kalah dalamnya dengan sila-sila lainnya. Sila ketiga bermakna bahwa bangsa Indonesia sepatutnya untuk menjunjung tinggi keselamatan bangsa dan negara dengan menempatkan kesatuan, persatuan, dan kepentingan negara di tas kepentingan peribadinya masing-masing atau golongan sebagai kepribadian bangsa Indonesia juga diharapkan untuk rela berkorban demi negara Indonesia, mencintai bangsa Indonesia dan tanah air, serta bangga pada negara. Negara kita kaya dan makmur, lihatlah negara Indonesia ini dari sisi positifnya dan apa yang bisa dikembangkan dari negara ini, bukan hanya dari apa yang terlihat negatif di mata orang lain. Melalui hal tersebut, teman-teman bisa lebih mencintai negara ini dan memajukan persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal yang Dipimpin oleh Khidmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan PerwakilanSila keempat ini kembali lagi menekankan bahwa bangsa Indonesia sebaiknya tidak memaksakan kehendaknya pada orang lain dan mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Tapi, perbedaan pendapat dan cara pandangn tidak dapat dipungkiri akan selalu terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, sila keempat ini memberikan jalan keluar dengan musyawarah adalah cara untuk mencapai mufakat bersama dengan pendekatan kekeluargaan, bertanggung jawab dan melaksanakan hasil dari musyawarah yang dilakukan, serta dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani. Tentunya, dalam menentukan hasil keputusan dari musyararah perlu mempertimbangkan apa yang telah disebutkan pada sila-sila sebelumnya yakni dapat dipertanggung jawabkan secara moral pada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, dan menjamin kebenaran serta Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaSila terakhir bukan berarti merupakan sila yang paling tidak penting. Justru sila terakhir ini merupakan kesimpulan dan tujuan dari sila-sila yang sebelumnya. Disebutkan bahwa makna dari sila ini berarti mengembangkan perbuatan luhur dengan asas kekeluargaan dan gotong royong, selalu bersikap adil, seimbang antara hal dan kewajiban dengan juga menghormati hak-hak orang lain. Mengapa? Sebab hak seseorang dibatasi oleh hak orang lain agar setiap individu memiliki kebebasan yang Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa IndonesiaSetelah mengetahui makna dari setiap sila yang ada dalam pancasila, selanjutnya yang dipertanyakan adalah apa fungsi pancasila untuk bangsa dan negara Indonesia? Jawaban singkatnya sebetulnya sudah diberikan pada paragraf awal artikel ini. Namun untuk lebih dalamnya, mari simak fungsi-fungsi Pancasila merupakan Jiwa Bangsa IndonesiaKepribadian Bangsa IndonesiaSumber dari Segala Sumber Hukum di IndonesiaSebagai sebuah pedoman dasar dalam bertingkah laku, tentu aturan-aturan lainnya yang disusun untuk mengatur pola bertingkah laku masyarakat Indonesia perlu disesuaikan dengan Hidup Bangsa IndonesiaPancasila yang merupakan pedoman dasar, tentunya menekankan bahwa Bangsa Indonesia perlu mengarahkan cara pandang dan cara hidup pada Pancasila. Sebab dengan begitu, bangsa Indonesia berperilaku seperti apa yang dicita-citakan dan yang diharapkan untuk mempersatukan bangsa Indonesia, sehingga tujuan dapat tercapai baik melalui kesejahteraan lahir dan dan Tujuan BangsaPerubahan tentu tidak dapat terjadi begitu saja. Sebuah perubahan kecil, tentu memerlukan sebuah proses. Maka dari itu, pancasila sebagai pedoman dasar bangsa Indonesia dalam bertingkah laku tentu perlu dimulai secara perlahan dan mulai dari diri masing-masing individu. Sebab apabila Pancasila benar-benar dijalankan oleh setiap bangsa Indonesia, persatuan dan situasi yang aman serta nyaman pun dapat Hidup BangsaApa sebenarnya falsafah hidup bangsa? Falsafah hidup bangsa yang dimaksud menekankan bahwa Pancasila merupakan nilai yang dianggap paling bijaksana, adil, dan tepat sehingga Pancasila dapat dijadikan sebagai Negara Republik IndonesiaPerjanjian Luhur BangsaItulah beberapa sekilas artikel tentang pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang bisa ketahui apa arti yang sebenarnya dan banyak fungsi dari pancasila tersebut dalam negara Indonesia.[accordion] [toggle title=”Artikel Terkait” state=”closed”]Demokrasi Orde LamaPemerintahan Orde BaruSistem Demokrasi di IndonesiaDemokrasi Era ReformasiCiri Utama Pemerintahan DemokrasiBentuk-bentuk DemokrasiSistem Pemilu di IndonesiaCiri-ciri Demokrasi ParlementerPancasila di Era Reformasi[/toggle] [toggle title=”Artikel Lainnya”]Ciri ciri Demokrsi PancasilaMakna Persamaan Kedudukan Warga NegaraPenyimpangan pada Masa Demokrasi TerpimpinKewajiban Warga NegaraPolitik Luar Negeri IndonesiaSejarah DemokrasiTugas dan Fungsi MPRManfaat Kehidupan Demokrasi Dalam Kehidupan BermasyarakatCiri-ciri Sistem Politik[/toggle] [/accordion]

peran pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tampak pada pernyataan