Ittiba kepada langkah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Melancarkan amal usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi. 3. Pedoman Amal Usaha Muhammadiyah Berpegang teguh pada ajaran Allah dan RasulNya. Bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridhai Allah. 4. Sifat Muhammadiyah.
KepribadianMuhammadiyah memiliki tujuan dan fungsi sebagai. landasan, pedoman, dan pegangan setiap gerak langkah. Muhammadiyah menuju cita-cita terwujudnya masyarakat Islam. yang sebenar-benarnya. Sebagai landasan dan pedoman, maka Kepribadian Muhammadiyah. memiliki fungsi lebih luas dalam setiap pribadi Muhammadiyah.
Fungsikepribadian muhammadiyah Sebagai landasan pedoman dan pegangan bagi gerak muhammadiyah menuju cita cita terwujudnya masyarakat islam yang sebenar benarnya. Matan kepribadian muhammadiyah apakah muhammadiyah itu? Muhammadiyah merupakan gerakan islam. maksud geraknya adalah dakwah amar makruf nahi munkar Dakwah ditujukan pada perorangan dan masyarakat. perorangan yang telah islam bersifat
Padahakikatnya kepribadian Muhammadiyah adalah wajh (وَجْه) dan wijhah (وِجْهَة)-nya persyarikatan Muhammadiyah yang mencerminkan tiga predikat yang melekat kuat sebagai Asy-syakhshiyah (jati dirinya) secarah utuh (orisinal). Ketiga predikat itu adalah : 1. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam. 2. Muhammadiyah sebagai gerakan Da,wah. 3.
DIMTs MUHAMMADIYAH 2 JENANGAN PONOROGO Responden : Rohmawati, S.Ag Jabatan : Guru Hari : Jum'at Tanggal : 20 November 2015 Tempat : Ruang tamu MTs Muhammadiyah 2 Jenangan Ponorogo No. Butir Pertanyaan Jawaban Responden 1. Apakah yang bapak/ibu ketahui tentang pendidikan karakter? iya.. kita menenal karakter dan
soal matematika kelas 1 sd semester 2. Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam. Maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang perseorangan dan masyarakat . Dakwah dan Amar Ma’ruf nahi Munkar pada bidang pertama terbagi kepada dua golongan Kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan tajdid, yaitu mengembalikan kepada ajaran Islam yang asli dan murni; dan yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam. Adapun da’wah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar bidang kedua, ialah kepada masyarakat, bersifat kebaikan dan bimbingan serta peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan dengan dasar taqwa dan mengharap keridlaan Allah semata-mata. Dengan melaksanakan dakwah Islam dan amar ma’ruf nahi munkar dengan caranya masing-masing yang sesuai, Muhammadiyah menggerakkan masyarakat menuju tujuannya, ialah “Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. DASAR DAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH Dalam perjuangan melaksanakan usahanya menuju tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenarbenarnya, dimana kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan luas-merata, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar, yaitu Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan taat kepada manusia ajaran-ajaran agama Islam dengan berkeyakinan bahwa ajaran Islam itu satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat adalah kewajiban sebagai ibadah kepada Allah dan ikhsan kepada kepada langkah dan perjuangan Nabi Muhammad amal usaha dan perjuangannya dengan ketertiban organisasi. PEDOMAN AMAL USAHA DAN PERJUANGAN MUHAMMADIYAH Menilik dasar prinsip tersebut di atas, maka apapun yang diusahakan dan bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tunggalnya, harus berpedoman “Berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridlai Allah”. SIFAT MUHAMMADIYAH Menilik a Apakah Muhammadiyah itu, b Dasar amal usaha Muhammadiyah dan c Pedoman amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah, maka Muhammadiyah memiliki dan wajib memelihara sifat-sifatnya, terutama yang terjalin di bawah ini Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kawan dan mengamalkan ukhuwah dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran keagamaan dan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah adil serta kolektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana. Keputusan Muktamar ke 35 Hits 20858
Soal Materi Sejarah Perkembangan Muhammadiyah. Berikut ini adalah contoh soal materi sejarah perkembangan Muhammadiyah dan jawaban atau pembahasannya. Selamat membaca dan mempelajarinya, semoga bermanfaat. Jangan lupa berbagi yaaa... Bagikan lewat tombol share media sosial di bawah contoh soal ini, dengan klik berbagi lewat facebook, twitter, whatsapp, dll. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar dan tepat! 1. Jelaskan kondisi sosial, ekonomi, politik, budaya, dan keagamaan bangsa Indonesia sebelum berdirinya Muhammadiyah! Jawaban Ada lima gambaran keadaan bangsa Indonesia sebelum dan pada saat periode awal Muhammadiyah berdiri a. Kehidupan keberagamaan memprihatinkan, dalam kepercayaan tercampur khurafat, bid’ah dan Taqlid. b. Pendidikan terbelakang, anak yang sekolah hanya anak bangsawan dan orang berpangkat. c. Anak-anak muda kurang mendapat perhatian. d. Perekonomian lemah, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terjajah. e. Kegiatan Nasranisasi sangat menonjol, dakwah sangat lemah, umat Islam menjadi umat kelas bawah. 2. Jelaskan pengertian syirik, tahayul, bid'ah, dan khurafat! Jawaban- Syirik adalah menyekutukan allah "dengan sesuatu". Maksudnya adalah selain menyembah kepada allah, ada pula hal lain yang kita sembah. Misalnya,menyembah batu yang kita anggap keramat/menyembah sesuatu yang lain, yang menurut keyakinan benda itu bisa membantu dalam menyelesaikan masalah. - Takhayul adalah mempercayai adanya khayalan datangnya bala atau musibah yang dibawa oleh makhluk allah,seperti,burung hantu,kucing,dan ular. Selain itu juga kepercayaan pada sesuatu yang dianggap keramat, seperti kuburan, atau senjata-senjata yang dianggap ampuh. - Bid'ah ialah melakukan ibadah yang tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diamalkan oleh rasulullah atau oleh para sahabatnya. Dalam tradisi jawa, perbuatan bid'ah ini juga dapat dijumpai dalam upacara mitoni/tingkep,yaitu selamatan bagi orang yang sedang hamil dalam usia 7 bulan. - Khurafat adalah mempercayai kisah-kisah yang batil,seperti kisah nyai roro kidul yang katanya dapat membuat manfaat dan madharat sehingga harus diberi sesaji. Padahal,laut adalah makhluk allah yang tidak dapat membuat manfaat dan madharat. Selain itu juga percaya kekuatan ghaib yang menunggu sungai dan tempat-tempat angker lainnya, atau percaya terhadap kekuatan yang memancar dari kubur seseorang yang dianggap keramat dan percaya pada hari naas, bulan naas, dan tahun naas. 3. Jelaskan secara singkat profil KH. Ahmad Dahlan! Jawaban Profil singkat KH. Ahmad Dahlan Kiai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Dia adalah putra keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga Abu Bakar. 4. Jelaskan hubungan antara KH. Ahmad Dahlan dengan Maulana Malik Ibrahim! Jawaban Ahmad Dahlan yang mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah pada tanggal 8 Zulhijjah 1330 Hijriah yang bertepatan dengan 18 November 1912 di Yogyakarta adalah keturunan Syaikh Maulana Malik Ibrahim. Ayahanda beliau adalah seorang alim yang bernama Kyai Haji Abu Bakar bin Kyai Haji Sulaiman, pejabat khatib di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta. Ibunda beliau adalah putri Haji Ibrahim bin Kyai Haji Hasan, pejabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Beliau dilahirkan dengan nama kecil Muhammad Darwis, di kampung Kauman Yogyakarta pada tahun 1285 Hijriyah bertepatan dengan tahu 1868 masehi. Seorang sejarawan, Solichin Salam, dalam bukunya yang berjudul Riwayat KH. Ahmad Dahlan, mengutip pendapat buku silsilah Eyang Abdul Rahman, Ploso Kuning menyebutkan garis keturunan K. H. Ahmad Dahlan sebagai berikut Muhammad Darwis Ahmad Dahlan bin Kyai Haji Abu bakar Bin Kyai Haji Muhammad Sulaiman Bin Kyai Murtadho bin Kyai Ilyas bin Demang Jurang Juru Kapindo bin Demag Jurang Juru Sepisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig Jatinom Klaten bin Maulana Ainul Yakin bin Maulana Ishak bin Maulana malik Ibrahim 5. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah! Jawaban Latar belakang berdirinya Muhammadiyah secara garis besar dibedakan menjadi 2 faktor, yaitu 1. Faktor Subyektif Sebagai faktor utama dan penentu yang mendorong berdirinya Muhammadiyah. Ahmad Dahlan ketika menatap surat Ali Imran [3] ayat 104 yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Memahami seruan ayat di atas Ahmad Dahlan tergerak hatinya untuk membangun sebuah persyarikatan yang teratur dan rapi yang melaksanakan misi dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar di tengah masyarakat luas. 2. Faktor Obyektif Ada 2 faktor yang melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah. Pertama, faktor internal yaitu faktor-faktor penyebab yang muncul di tengah-tengah kehidupan masyarakat Islam Indonesia. Kedua, faktor eksternal yaitu faktor-faktor penyebab yang ada di luar tubuh masyarakat Indonesia. Adapun uraiannya sebagai berikut a. Faktor Obyektif yang bersifat Internal 1 Ketidakmurian amalan Islam akibat tidak dijadikannya Al Quran dan As Sunnah sebagai satu-satunya rujukan oleh sebagian besar umat Islam Indonesia. 2 Lembaga pendidikan yang dimiliki umat Islam belum mampu menyiapkan generasi yang siap mengemban misi selaku khalifah Allah di atas Bumi. b. Faktor Obyektif yang bersifat Eksternal 1 Semakin meningkatnya Gerakan Kristenisasi di tengah-tengah masyarakat Indonesia. 2 Penetrasi bangsa-bangsa Eropa, terutama bangsa Belanda ke Indonesia. 3 Pengaruh dari Gerakan Pembaharuan dalam Dunia Islam. 6. Sebutkan dan tuliskan ayat Al-Quran yang menjadi inspirasi KH. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah! Jawaban Ayat Al-Quran yang menjadi inspirasi KH. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah adalah surat Ali Imran [3] ayat 104 yang berbunyi وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ Artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” 7. Jelaskan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh KH. Ahmad Dahlan dan para sahabatnya dalam mendirikan Muhammadiyah! Jawaban Tantangannya banyak. Coba pikirkan kemudian diskusikan dengan teman-teman dan gurumu! 8. Jelaskan secara singkat, bagaimana langkah-langkah KH. Ahmad Dahlan pada saat periode awal didirikannya Muhammadiyah! Jawaban Usaha-Usaha Ahmad Dahlan pada saat periode awal didirikannya Muhammadiyah a. Peningkatan kualitas keislaman bangsa Indonesia. b. Peningkatan pendidikan dengan mendirikan macam-macam sekolah. c. Peningkatan martabat wanita. d. Persatuan umat Islam Indonesia dengan mengadakan silaturrahim dengan para pemimpin Islam. e. Membentuk organisasi Muhammadiyah. f. Mendirikan kepanduan Hizbul wathan. g. Menerbitkan majalah Suara Muhammadiyah. h. Menggerakan tabligh Islam. i. Membantu fakir miskin dengan memelihara dan menyantuni. j. Menganjurkan hidup sederhana, terutama dalam pesta perkawinan walimatul ursy. 9. Sebutkan bentuk-bentuk perhatian KH. Ahmad Dahlan terhadap generasi muda Muhammadiyah! Jawaban Contohnya misal dengan mengadakan pengajian pemuda, mendirikan sekolah madrasah Muallimin dan Muallimat 10. Sebagai pelajar Muhammadiyah, sebutkan tiga saja upaya yang bisa kita lakukan untuk melangsungkan Amal Usaha Muhammadiyah AUM! Jawaban Hayooo..apa coba! Fikirkan yaaa!
Bendera Muhammadiyah. Foto merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW. Karenanya, Muhammadiyah dapat diartikan sebagai pengikut Nabi Muhammad Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang kader, Dahlan Rais dalam situs resmi Muhammadiyah menegaskan, Muhammadiyah adalah organisasi yang bertugas menyebarluaskan ajaran Islam dengan dakwah dan tajdid.“Bahwa jati diri Muhammadiyah itu adalah dakwah dan tajdid. Kalau sekarang rumusannya berbunyi gerakan Islam dakwah amar ma`ruf nahi mungkar dan tajdid,” ucap Dahlan didirikan oleh Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Yogyakarta. Sebagai organisasi yang besar, Muhammadiyah memiliki kepribadian yang menjadi dasar prinsip dakwahnya. Apa sajakah kepribadian Muhammadiyah?Kepribadian MuhammadiyahMuhammadiyah. Foto bawah ini akan dijabarkan 10 kepribadian Muhammadiyah seperti dihimpun dari buku Muhammadiyah Gerakan Pembaruan oleh Haedar dan berjuang untuk perdamaian dan kawan dan mengamalkan ukhuwah dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran keagamaan dan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang ma'ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara mencapai masyarakat adil dan Makmur yang diridlai adil serta korektif ke dalam dan ke luar dengan Belakang Terbentuknya Kepribadian MuhammadiyahLogo Muhammadiyah. Foto buku Membaca Muhammadiyah terbitan Caremedia Communication, kepribadian Muhammadiyah merupakan hasil keputusan Muktamar ke-35 di Jakarta tahun 1962. Muktamar ini ditutup dengan pidato Presiden Soekarno bertajuk Makin Lama Makin awalnya berasal dari ceramah KH. Faqih Usman pada masa kepemimpinan PP Muhammadiyah periode 1959-1962 di bawah Ketua Yunus Anis. Ceramah berjudul Apa sih Muhammadiyah itu? kemudian ditindak-lanjuti oleh tim perumus, untuk selanjutnya dibahas di Tanwir dan akhirnya dibawa serta diputuskan di Muktamar substansi atau isinya, sifat-sifat Muhammadiyah sebagaimana terkandung dalam kepribadian Muhammadiyah itu sudah melekat dalam organisasi ini sejak didirikan oleh Kyai Dahlan. KH. Faqih Usman hanya meng-idhar-kan atau mengangkatnya menjadi lebih jelas dalam rumusan verbal sebagaimana tercantum dalam 10 kepribadian Muhammadiyah utama yang mewarnai lahirnya kepribadian Muhammadiyah adalah masuknya pemikiran dan cara-cara politik dalam mengelola atau menggerakkan Muhammadiyah setelah Masyumi Majelis Syuro Muslimin Indonesia dibubarkan. Cara-cara politik tersebut akhirnya dianggap tidak cocok dengan Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan yang berkiprah dalam cara-cara politik itu tidak merusak nada dan irama gerak Muhammadiyah, diperlukan bingkai yang menuntun dan menjadi acuan anggota untuk menggerakkan organisasi tersebut. Hingga akhirnya, dirumuskanlah 10 kepribadian Muhammadiyah Muhammadiyah menjadi penegas tentang jati diri Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang menempuh cara dakwah Islam al-amr bi al-ma'ruf ma al-nahy 'an al-munkar, yaitu tidak menempuh cara dan jalan politik.
JAKARTA – Sepeninggal wafatnya Kiai Ahmad Dahlan, satu persatu murid beliau tampil menjadi pemimpin bangsa yang penuh dengan keteladanan. Ternyata, ketokohan itu tidak muncul begitu saja, tetapi dipersiapkan oleh Kiai Dahlan sendiri. Dalam Pengajian Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Sabtu 20/3 Ustaz Muhammad Damami Zein menyampaikan bahwa Kiai Ahmad Dahlan memahami masalah kepemimpinan sampai tingkat penghayatan. “Jadi Kiai Dahlan itu punya visi, pandangan ke depan tentang kepemimpinan. Bagaimana konstruksinya? Kita berangkat dari posisi strategis ulama,” tuturnya. Menurut Zein, Kiai Dahlan memahami ulama bukan hanya mengurus perkara keagamaan, tetapi juga mengurus kehidupan umat Islam siapapun juga. Kiai Dahlan mendasarkan pemahamannya pada makna pribadi yang bertakwa muttaqin dalam ayat ke-102 Surat Ali Imran. “Konsep ini yang dijadikan prinsip oleh Kiai Dahlan menentukan ulama di tengah masyarakat,” tuturnya. Ayat ke-102 Surat Ali Imran itu kemudian diperkuat oleh ayat ke-74 Surat Al-Furqan. Ulama yang bertakwa itu dijelaskan oleh Damami Zein wajib memiliki integritas yang diakui oleh masyarakat sebagaimana umat di zaman Rasulullah mengakui integritas beliau termasuk pengakuan umat-umat di masa empat Khalifah yang terhadap integritas masing-masing Khalifah. “Ini yang perlu diperhatikan oleh Muhammadiyah, yaitu genealogi kepemimpinan,” imbuhnya. Adanya dinamika zaman, konsep kepemimpinan yang berangkat dari integritas dan ketakwaan ini boleh diartikan dalam bahasa yang berbeda asal intinya tetap sama. Dari dasar ini, Damami Zein mencontohkan cara Muhammadiyah menyebut ulama dengan sebutan pimpinan, sebuah cara yang sama sekali berbeda dengan cara kelompok tradisional. “Ulama tetap iya, tapi digeser menjadi pimpinan’, jadi sejak dulu itu Muhammadiyah memakai kata pimpinan’, bukan pengurus’. Geseran dari ulama, dipahami dalam konteks modern menjadi pemimpin,” tambahnya. Hits 133
YOGYAKARTA – Kepribadian Muhammadiyah akan menjadi pembingkai dan menjadi kerangka berpikir bahkan menjadi ciri khas tindakan baik dalam berorganisasi, berkeummatan, dan berkebangsaan. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir saat menjadi pembicara kunci dalam Rapat Pimpinan Wilayah Rapimwil Muhammadiyah Bali, Rabu 24/8 malam. Haedar melanjutkan bahwa ada hal yang spesifik dari berkepribadian Muhammadiyah itu, yakni konsep dalam organisasi kita untuk memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai ormas keagamaan dan kemasyarakatan agar Persyarikatan ini punya sesuatu yang khas, yang ke khas an ini justru memberi kemanfaatan dan peran yang lebih besar bagi Muhammadiyah dan masyarakat luas. “Kita tahu konsep kepribadian Muhammadiyah yang dirumuskan pada tahun ’62, konsep kepribadian Muhammadiyah yang berisi 10 sifat Muhammadiyah itu, inilah yang perlu diperkuat dalam konteks organisasi. Di tengah dinamika paham keagamaan, paham kemasyarakatan, paham kebangsaan, di tengah dinamika politik yang luar biasa setelah reformasi, nah kepribadian itu akan membimbing, membikai kita dan memagari kita agar Muhammadiyah ini sebagai organisasi dan kita para para pimpinan, kader, dan anggota juga sebagai penggerak supaya harus berada dalam koridor kepribadian Muhammadiyah,” jelasnya. Haedar pun mengutip 10 sifat/kepribadian Muhammadiyah ; Pertama, Muhammadiyah beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan. Jadi Muhammadiyah ini kemanapun harus membawa damai dan menciptakan damai. Juga kesejahteraan, membawa masyarakat sejahtera. Yaitu masyarakat dapat menikmati hidupnya, mendapatkan ma’isyah rizki yang baik tapi juga membawa kemanfaatan. Jadi dimana-mana warga Muhammadiyah juga harus peduli pada peningkatan kesejahteraan. Kedua, Muhammadiyah ini organisasi yang memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah islamiyah. Jadi satu musuh saja sudah sesak dunia ini. “Maka jangan senang punya banyak musuh. Biarpun berbeda paham di internal umat islam, di kubu bangsa, kita harus tetap mengamalkan ukhuwah islamiyah dan meminimalisasi lawan, inilah kepribadian Muhammadiyah,” tegas Haedar. Ketiga, Muhammadiyah termasuk para pimpinan, kader, anggota itu harus tetap lapang dada. Lapang dada yang dimaksud itu lapang hati. Jika ada yang mencerca jangan emosi, kalau ada yang menanamkan hal yang tidak baik kita harus memberi teladan. Luas pandangan dengan tetap memegang teguh ajaran islam. Artinya lapang hati dan luas pandangan harus tetap dalam koridor islam, tetapi pemahaman keislamannya juga harus diperluas. Keempat, Muhammadiyah ini organisasi agama yang bersifat keagamaan dan kemasyarakatan. “Ada cerita tentang kepribadian Muhammadiyah kenapa ’62 lahir, karena saat itu Muhammadiyah beririsan dengan partai politik Masyumi. Lalu setelah Masyumi dibubarkan ada persoalan dimana Muhammadiyah ini ikut terbawa konflik politik dan orang-orang yang ada di parpol saat itu kembali ke Muhammadiyah dengan cara politik dan mengurus Muhammadiyah dengan cara parpol. Maka lahirlah kepribadian ini untuk menegaskan bahwa kita ini bersifat keagamaan dan kemasyarakatan, tetapi kita menghargai perjuangan politik. supaya kita tetap jadi partisan, misalkan besok pemilu 2024, boleh ada kecenderungan memilih dan memang harus memilih, yang berdasarkan kemaslahatan umum dan menjaga kedaulatan,” papar Haedar. Kelima, mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah. Jadi Muhammadiyah tidak boleh anti hukum, apalagi sampai alergi terhadap falsafah. “Kalau ada peraturan dsb yang kita pandang ada yang tidak sejalan dengan kepentingan umat, rakyat, bangsa, kita beri masukan dan koreksi agar ketentuan itu sejalan. Bahkan dalam Pancasila kita sudah punya konsep darul ahdi wa syahadah, jadi jangan terbawa arus,” kata Haedar. Keenam, amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik. Amar ma’ruf nahi munkar itu jangan tersirat sendiri-sendiri. Amar ma’ruf nahi munkar itu bentuk dari dakwah. Ketujuh, aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud Islam. Maka kita harus ishlah menciptakan perdamaian dan pembangunan islam. Itulah karakter Muhammadiyah. Kedelapan, kerja sama dengan golongan islam manapun dan juga usaha menyiarkan dan mengamalkan Islam serta membela kepentingannya. Jadi kita harus berukhuwah islamiyah. Memang kita ada perbedaan mazhab, pandangan, jangan sampai kita bermusuhan. Namun kita juga berharap orang lain terhadap kita juga bertasamuh. “Misalnya perbedaan puasa, Idulfitri, Iduladha, jangan sampai perbedaan itu membuat ramai dan bertengkar. Untuk itu Muhammadiyah mengusulkan kalender hijriyah Internasional agar hari itu pasti,” pesannya. Kesembilan, membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun negara untuk mencapai masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah. Jadi jika kita ikut terlibat dalam pembangunan negara itu memang kepribadian Muhammadiyah sejak zaman KH. Ahmad Dahlan bahkan. “Jadi semisal pemilu yang dipilih tidak jadi, kita harus konstitusional, harus kita hormati dan sebagai PP Muhammadiyah harus tetap berkomunikasi membantu dengan pemerintah dan bekerja sama dengan golongan lain. Tentu kita tetap kritik, memberi masukan, Muhammadiyah kan punya prinsip itu,” terangnya. Kesepuluh, bersifat adil dan korektif di dalam dan keluar dengan bijaksana. “Muhammadiyah kan membuka ruang untuk kritik baik ke dalam bagi tubuh kita termasuk di amal usaha kita, harus ada kritik, karena dengan kritik akan ada perbaikan, tetapi bagi yang mengkritik juga harus dengan argumen, berdasarkan data, jangan menghujat dan juga ada usaha memberi solusi. Tapi juga harus adil, proporsional, ada tempatnya,” pungkasnya. Hits 1075
pertanyaan tentang kepribadian muhammadiyah